Pussssssiiiiiiing

18 02 2011

Nak…

Sebulan ini Ibu benar-benar pusing dengan tingkahmu, Telak!
Kamu sudah kelas 2 di SDIT, usiamu sudah 6 tahun, walau badannya seperti anak 12 tahun
Ditemani asisten, kamu mulai canggih tak tik tuk laptop jatah satu jam sore Aneka file didownload upload, dari mulai lagu anak cerpen sampai logo foto
Herannya yang kamu aplod kok bukan fotomu sendiri, tapi kok banyakan pose Ibu, hick
Kalau Ibu inbox dan larang, kamu paling nyengir dan tetap berkarya
Pussiing….

Mini pentax Ibu, ini yang kesekian kali tak berbentuk rupa
Harusnya tersimpan di tas tangan Ibu, selalu saja raib sudah terkalung dilehermu
Jeprat jepret tak henti disana sini, sampai jempol kram Ibu di pedal mobil pun jadi sasaranmu
Folder My Picture, sudah sesak penuh dengan hasil bidikanmu
Banyak koleksi wajah dan keluarga dan kawan-kawan, terbingkai imut dalam aneka frame kucing dan putri duyung
Pussssiiiing….

Ibu ingat betul saat terakhir lalu percetakan mengirimi 5 box business card. Loh kok udah gak ada lagi?
Diinfo asisten, kalau dimana kemana ternyata kamu pergi selalu bawa satu box dan dibagi-bagi ya, duh duh duh
“Sampai guru murid sd smp sma mang beca satpam gerobak jajanan sekolah aja semua pada punya karena kau bagi. “Saya udah larang, tapi gak ngaruh bu” begitu kata asisten…hadudududuuuuu
Pussssssiiiiiing…..

3 hari lalu Ibu dilapori asisten
Kamu manjat-manjat lemari kitchenette ya ambil stok jagung dan mentega
Ke sekolah kamu tenteng mesin popcorn mini di dapur ya
Kamu colok mesin dan bergaya demo popcorn saat istirahat dan makan siang
Jadilah kehebohan pesta jagung dikelas dan sekolahmu
Pussssssssiiiiiiiing…..

Lembar UTS matematika mu, jawabannya benar semua, tapi kok nilainya hanya 76 sih
Ibu sudah periksa, benarlah perkiraan Ibu
Ini sudah yang kesekian kali kamu suka-suka menjawab hasil akhirnya saja
Padahal Ibu sudah wanti2, walau kamu bisa menalar dan jarimatika, kalau ulangan tetap tulis uraian caranya
“Bu guru yang keliru. harusnya tulis dong minta diurai caranya gitu”.
Benar juga sih, pertanyaannya memang tertulis “berapa”, bukan “bagaimana caranya”.
Ah tapi tetep aja atuh neng kalau maunya guru ya harus seperti itu
Pussssssssssiiiiiiiiiing….

Nak, Ibu tambah keder keder
Saat waktu duit kamu kok banyak terus, dikasih hampir tiap hari ke Ibu, pernah sampai 300 rebu
Padahal hanya seribu Ibu jatah duit jajan sekolah sehari ditanganmu
Karena toh sudah ada catering sekolah, dan voucher kantin hasil prestasi tahfiz harianmu
Kalau Ibu tanya darimana, jawabmu hanya “ada deeeh…..”
Selayang surat dari sekolah kemarin sorelah jawabannya
“Dimohon siswa untuk tidak melakukan aktivitas berjualan disekolah”
Masyaallah, baru nyadar kalau ternyata kamu bawa jilbab swimsuit anak dll yang kebetulan stocknya ada dirumah
Kamu charge pula teman dan gurunya atas hidangan popcorn buatanmu
“Temen-temen yang minta kok aku bikin popcorn”
“Temen-teman sendiri kok yang minta dibawain jilbab dan bajunya”
Ya mereka gak akan minta dan pesan kalau kamu gak nawarin atuh neeeeng….
Enteng banget deh jawaban kamu.
Pussssssssssssiiiiiiiiiiiing…..

Ibu jadi deg-degan kalau begini. Hick…hick….

But dont’ worry, still I love you….

TehLeni





Kantung Daging

18 02 2011

Pintu rumah diketuk, seseorang tersenyum menghantar sekantung daging kurban. Kantung daging pun saya bagi dua, sebagian saya berikan pada seorang kakek yang tiba-tiba datang mengetuk rumah

Baru 5 menit, kembali pintu diketuk, lelaki berjubah putih, wajahnya adem sekali, tanpa cakap meletakkan dua kantung daging kurban di tangan saya.  Karena setengah kantung daging pertama belum tersentuh, 2 kantung terakhir saya berikan pada seorang nenek yang tiba-tiba melintas di depan rumah.

Masih kebingungan, kembali berdatangan, satu persatu dengan wajah-wajah silih berganti tak satupun dikenal, tersenyum ramah memberikan masing-masing sekantung daging kurban kepada saya. Kantung-kantung daging itu menumpuk didalam dan teras rumah, sehingga saya sangat sibuk memberikan pada orang-orang yang berlalu lalang di depan rumah. Beberapa saya titipkan pada mereka, untuk dibagi-bagikan lagi.

Saya letih dan….saya terbangun. Rupanya hanya mimpi, sebuah mimpi yang indah, saya sangat menikmatinya, Alhamdulillah. Kantung-kantung daging dalam mimpi, mengingatkanku pada Qurban Idul Adha beberapa waktu lalu….

“Sekali-kali dikita dong bu kurbannya, jangan di mesjid ibu melulu”

Begitu kata Yuri, seorang penggerak pemuda karang taruna di komplek
Ok lah…saya perhatikan para pemuda ini sibuk sembelih dan kuliti 2 sapi 2 kambing
10.00 sudah selesai, cepat sekali. Loh loh…kok malah semuanya dimasukkan ke karung?…loh loh kok dinaikkan mobil pick up?

Saya buntuti mereka, kemana sih akan dibawa semua daging kurban warga sebanyak itu

Masuk ke daerah tambun, lewati perumahan cakep-cakep
Lalu tiba-tiba belok  masuk ke jalan becek sempit….kedalam, jauh berliku-liku
Sampailah ke suatu desa kumuh, rumahnya masih banyak yang setengah bilik, kanan kiri tumpukan sampah dalam karung
Oooo, pemukiman pemulung, baru tahu, selama ini saya kurang gaul di Bekasi
Sebuah rumah mungil permanen bertuliskan “Yayasan Anak Yatim Piatu dan Faqir AlFitrah”. Tampak rak-rak buku berjejer, wah ada taman baca juga, lengkap. Mirip Rumah Baca-nya Pak Toni di Bekasi Timur. Anak-anak pemulung disana bisa baca sepuasnya, diajari ngaji komputer, malamnya pencak silat.
“Kita masak dan bagi rata daging kurban ini, insyaallah semua keluarga pemulung disini bisa merasakan  daging makan siang dan malam hari ini yaaa, alhamdulillah” begitu ucap pemuda kurus keriting berkaos belel, ustadz muda Faturrachman, sang penggerak.
Mudah, cepat, aman, tepat sasaran….membagi daging kurban ala pemuda karang taruna. Kita orang-orang tua, saya, perlu banyak belajar dari mereka.
Mimpi semalam, semoga saya semakin siap untuk Qurban mendatang, amin.

TehLeni

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. (Qs. Al-Kautsar, 108: 2)

Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa’at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang kesusahan lagi fakir. (Qs. Al-Hajj (22): 27-28)

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan Qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Rabb-MU adalah Allah yang satu karena itu berserah dirilah kamu kepada-NYA. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh.” (Qs. Al-Hajj (22): 34)

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan telah terikat. Kemudian apabila ia telah tumbang (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, supaya kamu bersyukur. (Qs. Al-Hajj (22): 36)

Dari Aisyah ra sesungguhnya Nabi Saw bersabda: “Bahwa tidak ada amalan manusia pada hari raya adha yang lebih dicintai Allah SWT, selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan qurban)” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi)

“Tidak beriman kepada-Ku seorang yang tidur malam dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya lapar dan dia mengetahui” (HR. Bazzar dan Thabarani, Hadis Hasan)

Barangsiapa yang mempunyai keleluasaan (untuk berqurban) lalu dia tidak berkurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami”. (HR Imam Thahawi *)

Dari hadits Mikhna bin Salim, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai sekalian manusia atas setiap keluarga pada setiap tahun wajib ada sembelihan (udhiyah)”. (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i).

“Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang berqurban dengan seekor kambing untuknya dan keluarga-nya”. (HR Ibnu Majah dan AtTirmidzi dan dishahihkannya dan dikeluarkan Ibnu Majah semisal hadits Abu Sarihah dengan sanad shahih)

Hadist A’isyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik amal bani Adam bagi Allah di hari Idul Adha adalah menyembelih qurban. Di hari kiamat hewan-hewan qurban tersebut menyertai bani Adam dengan tanduk-tanduknya, tulang-tulang dan bulunya, darah hewan tersebut diterima oleh Allah sebelum menetes ke bumi dan akan membersihkan mereka yang melakukannya” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah)

Abu Hurairah yang menyebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mempunyai kelonggaran (harta), namun ia tidak melaksanakan qurban, maka janganlah ia mendekati masjidku” (HR. Ahmad, Ibnu Majah).





Seorang Wanita Bernama IBU

18 02 2011

Bersabar….saat tertekan

Tersenyum….saat hati menangis

Diam….saat diteror, difitnah, dan dihinakan

Penuh pesona…..saat memaafkan

Satria…..saat ditempa kesulitan

Kuat……dalam doa dan harapan

Jihad fisabilillah membela akidah dan anak-anaknya

Itulah seorang wanita bernama IBU

– TehLeni –

“Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada orang tuanya, ibu telah mengandung dalam keadaan lemah yang bertambah lemah dan menyapih dalam dua tahun, bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kalian kembali” [Luqman 14]

“Sungguh wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atasnya. Bila kau ingin meluruskan, kau akan mematahkannya. Bersenang-senanglah dengannya jika kau ingin, namun padanya ada kebengkokan (HR Bukhari 3331 Muslim 3632)

“Dan bergaullah kalian (para suami) dengan mereka (para istri) secara patut” (An Nisa 19)

“Dan para istri memiliki hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf” (Al Baqarah 228)

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarga (istri)nya. Dan aku adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluarga (istri)ku” (Tafsir Al Quranil Azhim 2/173)

“Bila kalian (para suami) tidak menyukai mereka (para istri), maka bersabarlah karena mungkin kalian tidak menyukai sesuatu padahal ALlah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (An Nisa 19)

“Janganlah seorang mukmin membenci seorang mukminah, jika ia tidak suka satu tabiat/ perangainya maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/ perangai yang lain” (HR Muslim 1469)

“Jika kalian ingin mengganti istri kalian dengan istri yang lain, sedang kalian telah memberikan kepada seseorang diantara mereka harta yang banyak, maka janganlah kalian mengambil kembali sedikitpun dari harta tersebut. Apakah kalian akan mengambilnya kembali dengan jalan tuduhan yang dusta dan dengan menanggung dosa yang nyata? Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat” (An Nisa 20-21)





Be Rilex

18 02 2011

Tubuh dan ruh adalah sesuatu yang hidup, dan saling melengkapi diri

Such a tanggo need two, keduanya adalah partner yang tercipta dalam hidup

Ada kala suka duka, sehat sakit, segar penat

Tasyakuri saja….syukuri

Secara vertikal,  kita bertindak dengan worship n prostration, bersujud wajib dalam kelima waktu shalat, serta bonus shalat sunnah lainnya

Secara horizontal, mari gerakkan  dan asupkan raga kita dengan nutrisi yang halal, bergizi dan seimbang.

Sekeras apapun ujian hidup, muslim sejati selayaknya selalu berkepribadian tenang….kapanpun dimanapun.

So why should be rilex ?

Karena lawan Rilex adalah Stress. Dan stress itu hanyalah bagi orang-orang yang belum maksimal berusaha dan tawakal…..insyaallah bukan kita, amin

Selamat berakhir pekan, selamat “menghadiahi” diri sendiri….

*Happy Weekend*

Tehleni





Khairunnas Anfauhum Linnas

18 02 2011

1981, disudut kota Garut. Saat ditanya sang cucu yang sedang berlibur di kampung, mengapa setiap sore Neneknya selalu mengisi bakul dengan tiga rantang beras, lalu cepat membagikan ke rumah-rumah bedeng di sudut2 kampung, diam2 ngumpet2 tanpa sepengetahuan kakek. “Kasihan. Ini jatah perut mereka dititipkan ke Nini (nenek). Semoga Allah selalu menjaga perut Mamang-mu (paman) yang sedang jauh kos kuliah di Jogya”.

[Fakta: sang paman selama kos 5 tahun di Jogja selalu mendapat makan gratis di masjid, kampus, ibu dan tetangga kos, atau saat memberi les privat]

1991, ditimur kota Bandung. Saat ditanya anak gadisnya, mengapa Ibunya selalu ajak makan bersama kesepuluh mahasiswa yang kos dirumah setiap pagi dan malam, padahal bayaran kos mereka hanya untuk kamar saja tidak termasuk uang makan. “Kan Mamah punya kamu yang kos juga di Jakarta, semoga Allah jaga baik anak Mamah ini ya”.

[Fakta: uang makan si anak selama kos di Jakarta selalu utuh tertabung, karena si Ibu Kos tak punya anak perempuan, selalu ajak si anak kos perempuan satu-satunya ini belanja masak dan makan bersamanya].

Khairunnas anfauhum linnas, kebaikan manusia sendiri-lah agar untuk selalu saling memberi manfaat. Tanpa perlu meminta merengek menyindir menyogok menjilat menyikut dan sejenisnya. Arrahman tercipta untaian rantai rizki hidup dari Allah yang luar biasa indah.

Saya, adalah sang cucu dan sang anak kos perempuan pada kisah nyata tersebut. Dapat kembali mengingat, dan membagikan hikmahnya di Jumat ini.  Semoga bermanfaat.

t.e.h.l.e.n.i.





Bu Guru

18 02 2011

Assalamualikum

Pagi ini, pukul 6 sebuah truk box keras mencium mundur si kijang biru yg sedang saya kendarai diam di lampu merah klender.

Innalillahi, saya merapat pelan ke kiri untuk cek. Saya pikir itu truk bakal tancep gas kabur, eh ternyata ikut minggir didepan si kijang.

“Jangan sedih ya BU GURU, saya salah. saya ganti ya” ujar si sopir tanpa ditanya. Saya diam saja, termangu dengan keindahan penyot kap kiri dan lampu sign terburai jurai.

“Saya punya segini bu. Insyaallah cukup. Ibu bawa ke jejeran ketok cat di rawamangun saja ya. Ini kartu nama saya, Kenapa2 ibu hubungi saya lagi deh. Ikhlas maafkan ya bu, biar lancar usaha saya hari ini”. Sambil serahkan uang 400 rb.

Saya terima uangnya, jazakallah. Saya kembali diam saja, soalnya memang lg gak mood bicara sih, lapar tak sahur, puyeng flu, pasrah, plus buru2 harus sampai kantor.

Melewati puluhan ketok cat berjejer di rawamangun, rezeki nyamperin pak ujang yg sendirian sudah buka paling pagi.

“Saya cuma dikasih 400rb pak sama yang nabrak. Tolong kurangi ya” begitu saya bilang ke pak ujang yang menawarkan 500rb utk jasa ketok las nya.

“Ya udah neng, penglaris. 300rb aja deh buat BU GURU mah, gak pa pa”…sambil nglirik setelan biru favorit saya dan tumpukan buku di dashboard….

Ha ha ha…pagi ini dua kali saya dituduh BU GURU. Seperti de javu mengingat ucapan tukang sate kikil pikul kemarin sore “Yang dimakan anak2 sate 40 lontong 5 bu, semuanya 28 rebu. Yg dimakan ibu mah gratis, saya ikhlas buat ibu, soalnya ibu kan BU GURU”

Wadoooh….padahal saya bukan bu guru, cuma ngajari anak2 aja dirumah, sesekali ya di masjid dan kampus Semua org2 itu baru saya kenal. Entah apa di benak orang2 sederhana itu tentang sosok BU GURU…

Saya dapatkan aneka hikmah pagi ini :

– selalu berusaha ikhlas dengan ujian musibah

– sikapi tanpa emosi, bahkan dg sikap diam saya tadi, masalah malah selesai sangat cepat dan mudah – pak ujang ketok cat, makin pagi bangun dan buka lapak, makin besar peluang rizki menghampiri

– penasaran dengan kesaktian sosok “BU GURU” he he he

400 ribu – 300 ribu. Selisih lebih 100 ribu nya sekarang sedang saya pake makan2. Saya niat batalkan puasa sunnah untuk memulihkan kesehatan, dan traktir pak ujang dan team ketok cat sarapan lontong sayur dibawah pohon rindang sebelah kali, menunggu dempulan cat mengering he he he nikmat.

Maha pengasih Allah dengan kehebatan rantai rizkinya, alhamdulillah.

Tehleni





Salahkah Bila Menangis ?

13 01 2011

Salahkah bila kita menangis ?

Bila melihat tayangan bedah rumah di TV, baca novel, dengar curhat teman, dikirimi foto bayi dan anak-anak yang lusuh/ cacat, video kekejaman di Palestina, mendengar lantunan ayat suci, kehilangan orang yang kita cintai…duh, siapa bisa menahan air mata ini mengalir.

Apalagi saat memandang wajah tak berdosa disaat si kecil tidur, menengadah tangan merintih sujud di sunyi malam mengadu macam-macam pada-Nya, atau saat berhadapan langsung dengan keagungan Ka’bah bagi yang sudah berziarah kesana… bukan hanya menu banjir air mata, namun sesak dada beraduk rasa sampai ingus meler kesana sini he he he

Bahkan kala duduk berdampingan dalam suatu penerbangan, seorang teman menangkap basah kanal di pipi saya dan mengejek  “lihat awan aja nangiiiiis…”...entahlah, mendadak hati bergetar, melihat kehebatan dan keindahan Sang Pencipta, saat itu rasanya kecil ciut dan mengkeret raga ini.

Kala menangis karena dipacu berbagai alasan, dan itulah tanda seseorang masih mempunyai “rasa”….rasa kasih sayang dan kelembutan hati, rasa takut, rasa cinta, rasa gembira, rasa menderita, rasa sedih, rasa terhina dan lemah…bahkan rasa munafik karena hanya ikut-ikutan, berpura-pura untuk mendapat belas kasihan orang saja.

Menangis secara teknis artinya memproduksi air mata. Dari beberapa sumber riset para ilmuwan nan pintar, katanya :

  • Air mata itu bermanfaat untuk membantu penglihatan karena bisa mencegah dehidrasi membrane mata.
  • Tanpa perlu obat tetes, zat lisozom pada air mata dapat membunuh 95% bakteri yang tertinggal di keyboard, pegangan tangga, bersin dll hanya dalam 5 menit.
  • Air mata menangis emosi ternyata mengandung racun yang terbebas dari tubuh, dan 24% protein Albumin yang dapat meregulasi system metabolism tubuh sehingga bisa menurunkan level depresi dan mood akan terangkat stabil.
  • Airmata menangis kesakitan ternyata mengandung hormon stress endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin, yang bermanfaat untuk menurunkan level stress dan membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan stress seperti hipertensi dan kejiwaan.
  • Bisa membangun sosialisasi, komunikasi dan kedekatan kepada objek yang memberikan dukungan saat kita menangis. Coba rasakan saat kita curhat dan menangis kepada pasangan, terlebih kepada Sang Maha Kuasa
  • Setelah menangis, ternyata system limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar dan membuat seseorang merasa lebih baik dan lega, dan bisa membantu memfokuskan kembali pikiran untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mendera.

Tapi janganlah menangis dengan bertele-tele, hanya alasan sepele bahkan tanpa alasan yang jelas, terus-terusan tanpa jeda mencuri perhatian, meraung kesana sini mengganggu ketenangan, sampai jadi sakit pusing kepala bahkan pingsan, …ini cara menangis yang keliru, tidak menyehatkan malah justru menimbulkan aneka penyakit baru dan masalah-masalah lainnya.

Saat sang buah hati, apalagi anak lelaki kita kesakitan jatuh, disunat, diejek temannya, janganlah kita pernah bilang “sudah sudah, gak sakit kok, gitu aja kok nangis kayak anak perempuan, jangan cengeng ah, kamu kan cowok”. Alangkah baiknya kita peluk, dukung dan bantu lepaskan rasa sakit mereka.

Rasul Muhammad SAW mengisak haru saat menikahkan Fatimah putri tercintanya, menitik air mata saat mengingat nasib umat di akhir sakaratul mautnya.

Jadi kapan ya saya terakhir menangis? dua tahun lalu saat badan dihantam tulang manusia hingga ngilu dan membiru? dua bulan lalu saat keji difitnah orang? dua minggu lalu saat terkabar ayah ibu tercinta bersamaan sakit? atau dua malam lalu saat berderai airmata dikocok kelucuan Sule dkk di OPVJ?… di pukul dua siang ini, kutemukan kedua pipi basah, sesak dada membuncah tak tertahan, kutahan isak, hanya air mata menitik pelan dibalik layar laptop ini, , ahhh sedikit lega rasanya…

Waktu dan tempat yang tepat, alasan dan cara yang sehat….jangan ragu dan malu, menangislah kawan, dan jangan lupa kembalilah tersenyum…