Kantung Daging

18 02 2011

Pintu rumah diketuk, seseorang tersenyum menghantar sekantung daging kurban. Kantung daging pun saya bagi dua, sebagian saya berikan pada seorang kakek yang tiba-tiba datang mengetuk rumah

Baru 5 menit, kembali pintu diketuk, lelaki berjubah putih, wajahnya adem sekali, tanpa cakap meletakkan dua kantung daging kurban di tangan saya.  Karena setengah kantung daging pertama belum tersentuh, 2 kantung terakhir saya berikan pada seorang nenek yang tiba-tiba melintas di depan rumah.

Masih kebingungan, kembali berdatangan, satu persatu dengan wajah-wajah silih berganti tak satupun dikenal, tersenyum ramah memberikan masing-masing sekantung daging kurban kepada saya. Kantung-kantung daging itu menumpuk didalam dan teras rumah, sehingga saya sangat sibuk memberikan pada orang-orang yang berlalu lalang di depan rumah. Beberapa saya titipkan pada mereka, untuk dibagi-bagikan lagi.

Saya letih dan….saya terbangun. Rupanya hanya mimpi, sebuah mimpi yang indah, saya sangat menikmatinya, Alhamdulillah. Kantung-kantung daging dalam mimpi, mengingatkanku pada Qurban Idul Adha beberapa waktu lalu….

“Sekali-kali dikita dong bu kurbannya, jangan di mesjid ibu melulu”

Begitu kata Yuri, seorang penggerak pemuda karang taruna di komplek
Ok lah…saya perhatikan para pemuda ini sibuk sembelih dan kuliti 2 sapi 2 kambing
10.00 sudah selesai, cepat sekali. Loh loh…kok malah semuanya dimasukkan ke karung?…loh loh kok dinaikkan mobil pick up?

Saya buntuti mereka, kemana sih akan dibawa semua daging kurban warga sebanyak itu

Masuk ke daerah tambun, lewati perumahan cakep-cakep
Lalu tiba-tiba belok  masuk ke jalan becek sempit….kedalam, jauh berliku-liku
Sampailah ke suatu desa kumuh, rumahnya masih banyak yang setengah bilik, kanan kiri tumpukan sampah dalam karung
Oooo, pemukiman pemulung, baru tahu, selama ini saya kurang gaul di Bekasi
Sebuah rumah mungil permanen bertuliskan “Yayasan Anak Yatim Piatu dan Faqir AlFitrah”. Tampak rak-rak buku berjejer, wah ada taman baca juga, lengkap. Mirip Rumah Baca-nya Pak Toni di Bekasi Timur. Anak-anak pemulung disana bisa baca sepuasnya, diajari ngaji komputer, malamnya pencak silat.
“Kita masak dan bagi rata daging kurban ini, insyaallah semua keluarga pemulung disini bisa merasakan  daging makan siang dan malam hari ini yaaa, alhamdulillah” begitu ucap pemuda kurus keriting berkaos belel, ustadz muda Faturrachman, sang penggerak.
Mudah, cepat, aman, tepat sasaran….membagi daging kurban ala pemuda karang taruna. Kita orang-orang tua, saya, perlu banyak belajar dari mereka.
Mimpi semalam, semoga saya semakin siap untuk Qurban mendatang, amin.

TehLeni

Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah. (Qs. Al-Kautsar, 108: 2)

Dan serulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfa’at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang kesusahan lagi fakir. (Qs. Al-Hajj (22): 27-28)

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syari’atkan penyembelihan Qurban supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizkikan Allah kepada mereka, maka Rabb-MU adalah Allah yang satu karena itu berserah dirilah kamu kepada-NYA. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh.” (Qs. Al-Hajj (22): 34)

Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri dan telah terikat. Kemudian apabila ia telah tumbang (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, supaya kamu bersyukur. (Qs. Al-Hajj (22): 36)

Dari Aisyah ra sesungguhnya Nabi Saw bersabda: “Bahwa tidak ada amalan manusia pada hari raya adha yang lebih dicintai Allah SWT, selain mengalirkan darah hewan (maksudnya : menyembelih hewan qurban)” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi)

“Tidak beriman kepada-Ku seorang yang tidur malam dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya lapar dan dia mengetahui” (HR. Bazzar dan Thabarani, Hadis Hasan)

Barangsiapa yang mempunyai keleluasaan (untuk berqurban) lalu dia tidak berkurban maka jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami”. (HR Imam Thahawi *)

Dari hadits Mikhna bin Salim, bahwa dia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai sekalian manusia atas setiap keluarga pada setiap tahun wajib ada sembelihan (udhiyah)”. (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud dan An-Nasa’i).

“Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada seorang berqurban dengan seekor kambing untuknya dan keluarga-nya”. (HR Ibnu Majah dan AtTirmidzi dan dishahihkannya dan dikeluarkan Ibnu Majah semisal hadits Abu Sarihah dengan sanad shahih)

Hadist A’isyah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik amal bani Adam bagi Allah di hari Idul Adha adalah menyembelih qurban. Di hari kiamat hewan-hewan qurban tersebut menyertai bani Adam dengan tanduk-tanduknya, tulang-tulang dan bulunya, darah hewan tersebut diterima oleh Allah sebelum menetes ke bumi dan akan membersihkan mereka yang melakukannya” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah)

Abu Hurairah yang menyebutkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mempunyai kelonggaran (harta), namun ia tidak melaksanakan qurban, maka janganlah ia mendekati masjidku” (HR. Ahmad, Ibnu Majah).

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: