HANYA SATU PINTAKU

21 10 2008

…hanya satu pintaku…tuk memandang langit biru …dalam dekap
seorang ibu…

…hanya satu pintaku …tuk bercanda dan tertawa…di pangkuan
seorang ayah…

…apa bila ini…hanya sebuah mimpi…ku selalu berharap …dan tak
pernah terbangun…

hanya satu pintaku…tuk memandang langit biru…di pangkuan ayah dan
ibu…

seperti nyanyianku yang terpisah jarak dan waktu dari ayah dan ibu
tercinta….

lagu ini pasti selalu dinyanyikan oleh putra putri teman-temanku…yang saat ini terpisah jauh dari ayah atau ibunya…

selamat berkumpul kembali teman-temanku, setelah sekian lama terpisah jauh dari keluarga….anak-anak kita tidaklah lagi bermimpi untuk memandang langit biru dipangkuan ayah dan ibunya…

– teteh –
yang juga lagi kangen berat sama mamah dan bapak

Iklan




MEMINTA MAAF DAN MEMBERI MAAF

21 10 2008

Putri kecilku sedang belajar puasa dihari pertama ini, diam-diam menghampiri dan mengadu kepada kakeknya, ayahku, karena derasnya air mata yang tanpa komando mengaliri pipiku. Ya, dadaku sesak, penuh rasa penyesalan.

“ada apa nak, ini airmata duka atau suka? ” tanya bapak duduk menghampiriku.

“pak, demi Allah aku bahagia hari ini walau BOLOS ngantor demi saum pertamaku bersama bapak dan mamah yang sangat kukasihi. Tidak ada alasan jika airmata ini adalah tanda duka. Namun benar jika airmata ini adalah menyakitkan karena ganjalan hatiku”.

Lalu kuceritakan masalah yang kuhadapi 5 menit lalu via yahoo messenger. aku disadarkan oleh teman karibku dari sebuah kekeliruan besar kepadanya, yang demi Allah tidak kusengaja. Aku segera tersadar, segera beristigfar bersujud memohon ampunan Allah, aku ikhtiar maksimal sebagai penebusan dosa, dan tentu kurendahkan diri meminta maaf padanya. Namun sampai detik ini, maaf darinya tak kunjung kuterima, ya Allah, bisakah ini menjadi ramadhan terbaikku jika masih ada orang yang tersakiti olehku dan belum memaafkanku?

“nak, bapak ingin bertanya, sulit dan ikhlaskah kamu saat meminta maaf kepadanya? Bandingkan ketika saat kau dalam posisi memberi maaf, mana yang tersulit, MEMINTA maaf atau MEMBERI maaf? Aku hanya diam membisu.

“Nak, keduanya bernilai lebih, meminta maaf adalah hal yang SULIT , dan memberi maaf adalah hal yang MULIA.

Ya, keduanya memiliki kedudukan dan tujuan yang sama, meniadakan sebuah kesalahan yang berdampak bagi kedua belah pihak. MEMINTA MAAF adalah hal yang SULIT, karena itu menuntut kesadaran yang tulus dari hati dengan maksud mengakui segala kesalahan dan kekhilafan serta berjanji tidak akan mengulanginya dengan alasan apapun. Dan sulitnya meminta maaf, adalah karena terlebih dahulu harus tahu dan mengakui bahwa kita telah berbuat salah. Penyakit orang dewasa adalah penyakit SUPERIORITAS. Merasa diri paling benar dan paling hebat. Dan tentu saja sebagai seorang yang hebat adalah anti untuk melakukan kesalahan apalagi mengakui bahwa dirinya telah berbuat salah. Orang semacam ini akan sangat sukar untuk menyadari bahwa dirinya telah berbuat salah. Biasanya penyakit ini disertai syndrome peka mata. Mata akan sangat peka terhadap kesalahan orang lain. Dan
akan dengan refleknya menyalahkan orang lain untuk kesalahan yang telah diperbuatnya. Jika tidak ada orang lain maka akan menyalahkan barang/hal lain. Setelah menyadari jika kita telah berbuat salah maka langkah selanjutnya adalah mau mengakui dan mengungkapkan jika kita telah berbuat salah. Banyak orang yang TAHU dirinya salah tapi ENGGAN mengakui, apalagi di muka UMUM, karena merasa dengan mengakui kesalahan berarti orang lain lebih benar dan lebih baik dari kita. Suatu hal yang sangat bertentangan dengan penyakit superioritas.”

” Maka barangsiapa bertobat sesudah melakukan kejahatannya, dan memperbaiki diri, sesungguhnya Allah bertobat kepadanya (menerima tobatnya). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS Al-Ma-idah [5]: 39).

Sedangkan memberi maaf adalah dalam posisi yang MULIA . Tidaklah mudah seseorang meLAPANGkan hatinya dengan tulus, untuk mengikhlaskan segala bentuk kesulitan dan ketidaknyamanan yang timbul dari sebuah kesalahan perbuatan seseorang. Namun semua yang ada pada diri kita seperti harta, ilmu dan badan termasuk hati kita adalah milik Allah dan hanya DIPINJAMKAN kepada kita untuk
disyukuri, dimanfaatkan sesuai dengan tujuan penciptaannya. Jika badan kita termasuk hati disakiti, maka yang lebih BERHAK marah adalah yang mempunyai hati tersebut. Yang lebih berhak menghukum dan memberi balasan yang setimpal adalah Allah SWT. Yang pasti, Allah sangat pengasih dan penyayang, telah tersedia lautan pahala dan kavling surga bagi seseorang yang meminta maaf dan memberi maaf dalam KEIKHLASAN, semata-mata karena rasa cinta dan ibadah kepada Allah SWT.

” Maafkanlah mereka dan lapangkan dada. Sesungguhnya Allah senang kepada orang-orang yang berbuat kebajikan (terhadap yang melakukan kesalahan kepadanya) (QS Al-Ma-idah [5]: l3.

” Berlapang dadalah terhadap mereka dengan cara yang baik Al-Hijri [5]: 85). “Berlapang dadalah terhadap mereka dengan mengatakan salam/kedamaian (QS Al-Zukhruf [43]: 84).

Ya, memaafkan adalah ciri utama orang beriman yang sedang menuju taqwa. Dan meminta maaf adalah perilaku terbaik seseorang yang pernah bersalah untuk menuju taubatan nasukha.

Pops! Sebuah message board muncul dilayar PC ku, dan berbunyi…. “sorry, tadi sholat ashar jadi keputus….ya…Allah…gw gak marah, gw cuma sedih & kaget…mudah-mudahan kamu ngerti kalo ada di posisi gw saat ini….gw dengan ikhlas, senang hati, memaafkan….gw jg minta maaf ya…mungkin ada kata-kata gw yang kamu gak
berkenan…plis…maapin…..tks ya udah mengerti kondisi ini…satu keajaiban di awal ramadhan…. satu doa terijabah walaupun tidak terucap…. trimakasih Ya Allah…. Engkau berikan kawan, sahabat yang mengerti….. jadilah tetap seperti itu di masa yang akan datang… thanks dear….”

sesak menghilang entah kemana…tangis terhenti…senyum terkembang dibibir nan kering ini…tangan keriput bapak mengusap lembut kepalaku…”alhamdulillah nak, dia shalihah, dia telah memaafkanmu…” Terimakasih ya Allah, karenaMU dia ridha, ramadhanMU ini memang begitu indah…

– teteh –





INDAHNYA ITIKAF RAMADHAN : SERI 2 : FIRST LOVE NEVER DIE ?

21 10 2008

Alhamdulillah, hari pertama belajar itikaf putriku cukup lancar. Setelah promosi CELANA ITIKAF-nya, dia langsung menyelusup ke Molly-nya dan terlelap. Pukul 12 malam jamaah terbangunkan suara lembut ustad Miftah Farid, mengajak perenungan, muhasabah yang setelah 1 jam kemudian diakhiri linangan airmata sujud taubat para jamaah. Teringat suatu hadist meriwayatkan, Rasulullah selalu mengisi sisa malam dengan memperpanjang BERDIRI dalam shalatnya sehingga kaki-kakinya memBENGKAK, melamakan sujud sehingga memerah PEDIH keningnya. Pastinya jauuuuh lebih berat dari yang kurasakan saat itu, mengikuti imam shalat malam dengan bacaan yang sangaaaaaaat panjang. Terus terang 2 jam adalah shalat malam terlama yang baru ini kulakukan, kalaupun lama ya lebih lama duduk doa MEMINTA-nya daripada berdiri atau bersujud memujiNYA…duh berat sekali, beraaat…

putriku? Pukul 1 kucoba ciumi pipi montoknya untuk membangunkan. Entah terbangun atau tidak, matanya merem saat kupapah berwudhu, kupakaikan mukena, kugelarkan sajadah, dan dirakaat ke 3 dia sudah menyerah minta shalat sambil duduk. Geliiii rasanya…melihat dia tetap mengikuti shalat malam sambil duduk dan mata terpejam, badan dan kepala bulatnya terangguk-angguk kedepan kebelakang menahan kantuk, dan setiap salam diakhiri dengan bersender kebahuku. Ah anakku sayang, tak apa, Allah dan Rasulullah serta para malaikat akan tetap tersenyum bangga melihat usahamu ini…

Tak terasa shalat malam berakhir di pukul 3, beberapa jamaah berkelompok membuka bekal. Ada rasa SESAK menyelusup saat melihat beberapa keluarga berkumpul diteras masjid sahur bersama, teringat suamiku, teringat Bapak yang menemani ibuku sakit dirumah, teringat adik yang itikaf bareng GENK DaruutTauhidnya. Tawaran sahur seorang ibu kutolak halus, nona kecil 4,5 tahunku ini masih harus diakali makan sayurnya…brokoli+wortel+udang+madu+susu, diblender and pake dot!…Segera kupapah anakku masuk kemobil, dan kutancap pulang kerumah Nini Aki-nya.

Minggu 28 Sept pagi ini terasa sejuk, udara angin Bandung sekitar rumah terasa tenang sekali. Matahari terbit bersinar kemerahan, namun tetap cerah dan tidaklah terik memanaskan. Terbayang terus kelezatan ibadah semalam, merindu untuk kembali dimalam ini. Magrib putriku berbuka puasa cukup banyak, dan tetap semangat “kemping”. Kali ini langkah menuntun kami masuk ke mesjid Salman ITB. Myprincess memasukkan lebih banyak lagi susu kotak kedalam ransel, katanya biar
teman-teman kempingnya ikut minum juga…gemeeeesss…

Bada tarawih dan ngaji 10 ayatnya, putriku sudah gaul kesana sini mencari kawan, terlihat sudah dia berlarian dengan 6 bocah perempuan di taman masjid. Tampak lain, beberapa keluarga kecil dan kelompok2 jamaah menggelar sajadah, ada yang membaca Alquran, buku, diskusi, tiduran, ataupun sibuk memainkan sms handphonenya. Pukul 10 malam tiba saat kubangkit mengajak masuk istirahat anakku, sebuah suara memanggil “neng…ieu neng leni? Ya Allah, inget keneh teu? Ieu urang, manonk…kumaha kabarna…naha maneh didieu, lain di Jakarta…aduh eta awak, baheula geboy ayeuna bet siga balon…hayu geura, loba babaturan Belitung diditu keur reuni itikaf yeuh, geus arinsyaf euy he he …(mode translate on “ini neng leni? Masih inget gak? Ini saya, manonk, gimana kabar, kenapa disini bukannya di Jakarta…duh itu badan, dulu geboy kok sekarang jadi kayak balon…ayo sini deh, banyak temen2 jalan Belitung (maksudnya exSMA3 Bandung) lagi reuni sambil itikaf, lumayan udah pada insyaf he he..)

Siapa gak kenal Firman alias mbah dukun alias manonk, badannya imut parasnya unik, terkenal paling “error”, sering bolos, bandel dan langganan dilempar penghapus oleh guru senior matematika, kalo maju kedepan tugas mengarang ceramah pidato dan sejenis pasti topiknya ya setan jin dan dunia metafisikanya, ditanya apapun Jawabannya ceplas ceplos jaka sembung gak nyambung, tapi….fisika-nya paling top!. Dulu kita semua heran kok dia bisa ya masuk SMA3, dan yang lebih heran lagi dia bisa jebol ITB ngikut jejak Bapaknya yang dosen Metalurgi ITB. Sekarang…dia dosen terfavorit di Fak. Teknik Perminyakan ITB karena ke”aneh”-anya yang gak pernah hilang…ah manonk…

Bener, walaupun banyak yang gak seangkatan, disitu banyak teman ex SMA3 yang kukenal dan dulu sekelas, ada Ahmad Somad, Yane, Ali, Wiwin, dll, semuanya rata2 memang aktivis Salman ITB yang sekarang udah pada jadi dosen di Almamaternya…ini mungkin salah satu hikmah itikaf, bisa menyambungkan tali silaturahmi yang sudah lama terputus…30 menit lah berkangen-kangen, baru saja mau bubar untuk meluruskan kembali niat itikaf, Manonk menahan langkahku menanti kedatangan seseorang yang katanya baru dia sms….seseorang datang, enteng Manonk berkata “Kang Yudi, saya tinggal ya, MUMPUNG masih RAMADHAN, udah pada gede dan kalian BELOM PADA MATI, ayo minta maaf, tuntaskan masalah lama, berkah Allah nih”….…dug! jantung rasanya copot, entahlah seperti apa mukaku melihat kemunculan seseorang yang hampir 18 tahun tidak pernah kulihat….

Yudistira, sang kakak kelas, sekarang dosen di Teknik Arsitektur ITB, yang bikin aku MABUR ke Jurangmangu, yang bikin aku tidak ambil jatah UMPTN di Teknik Kimia ITB daripada harus ketemu dia di kampus!!! yang yang setelah 3 tahun jalan bareng, lalu saat KKN menghilang tanpa kabar, dan kabar terakhir malah lanjut nikahin anak pak lurah !!!!!

30 menitku kembali tertunda…jujur, sedikit kaku dan ge-er kami basa-basi saling berbincang, tentang keluarga dan kondisi masing-masing…walau mata jahil BERCURI pandang, tetap KUTUNDUK mata
dan muka, karena terus kucoba kuTAHU DIRI … first love never die?… he he only to REMEMBER laaah…

alhamdulillah, Allah kirim malaikat kecilku…sambil menggosok mata putriku datang menguap mengantuk…kami akhiri silaturahmi, saling meminta maaf dan bertukar kartu nama, lantas mengucap salam pisah menuju sajadah masing-masing….

Selama ibadah malam itu…entah apa dipikirannya…Kang Yudi ternyata memposisikan diri dibaris terakhir ikhwan…namun TEPAT didepanku, yang ada dibaris pertama akhwat, hanya DIBATAS kain hijab tinggi….lewat kolong hijab, tanpa suara, berkali-kali Kang Yudi menyorongkan botol minuman dan snack untuk kami, meminjamkan sajadahnya yang lebih tebal dan lembut penghalau dingin, mengirimkan sms “kalo perlu apa-apa bilang ya” yang tak pernah sekalipun kubalas….PIKIRAN inipun lalu BERMAIN…MALAH terlintas segala KEBAIKANNYA masa dulu…terlintas BURUK SANGKA kenapa suamiku kok belum ada sms kabar pulang…terlintas JUSTRU segala KEKURANGAN SUAMIKU …terlintas perbandingan KELEBIHAN DIA dan KEKURANGAN SUAMIKU …a’udzubillahi minasyaithaanirrajiim…astagfirullah…kumohon ampun dan perlindungan pada Allah SWT…padahal tadi pagi suasana sedemikian damai tentram dan sejuk, dan malam ini begitu penuh dengan ujian HATI yang sungguh berat…ibadah malam itu terasa seperti berjalan dengan PIKULAN yang sangat BERAT, ingin rasanya BERHENTI ditengah jalan, tapi terus kulawan kulawan dan…tak terasa airmata membanjir mengakhiri ibadah malam ganjil terakhir itu…rasa sesak tadi MENGHILANG begitu saja dari dada, terasa RINGAN sekali, selaksa bersayap dan BEBAS terbang hendak kemanapun…dan…

Terdengar sebuah bisikan halus dari balik hijab ” stttt…bu …ibu…”…..”eh, siapa?” aku terkejut, suara yang BERBEDA dari fisik yang sebelumnya ada disitu dan kucoba hindari, tapi ini suara sangat KUKENAL, SANGAT…”iya…ini bapak, baru nyampe, susah nyari kendaraan dari terminal Leuwipanjang, terus naik ojek. Bapak baru jalan dari Cikarang jam 11, dapetnya bis ekonomi karena Primajasa udah abis…tadi Bapak harus beresin THR untuk temen-temen dulu, baru turun dari bos jam 8…bisa sih dikerjain besok, tapi kasian temen2 dan bapak juga udah kangen ibu dan aini…maafin bapak ya, pas mau balas sms info ibu itikaf disini, eh baterenya habis. Untung Molly-nya Aini ngejreng keliatan, dan pasti ibu selalu ambil baris depan, jadi bapak gak susah cari deh…ayo ah cepet, bapak tunggu diteras, keburu abis sahurnya, lapar nih, bapak udah pesenin nasi goreng tuh diluar….”

Ah, aku seperti TERBANGUN dari mimpi Cinderella…dari mimpi sang RUMPUT …yang selalu terlihat LEBIH HIJAU dan segar jika tumbuh dihalaman SEBELAH…

Treng! sebuah sms masuk “neng geulis…sahur bareng yuk…kita tunggu di sayap kiri ya”…hmmmm…LAKON wayang Pangeran Yudistira dari Astina Parahyangan ini kayaknya masih TERASAH anak panahnya he he..hanya kujawab “nuhun kang, parantos”

Sahur dan nasi goreng enam ribu perak ternikmat yang pernah kurasakan….terimakasih ya Allah, dimalam ganjil terakhir ini kau telah MELINDUNGI dari segala nafsu… kau telah tunjukkan kuasa keberkahan dan kemuliaanmu…kau telah ATUR segala urusan HATI ini dengan sedemikian MUDAHnya…

– teteh –

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu
turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk
mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit
fajar.” (QS. Al Qadar [97] : 3-5)





SURAT UNTUK TEMAN INDONESIAKU

21 10 2008

Namanya Mohammad A Bassam, istri (masih) satu, anak empat, dan sangat
mencintai ibunya. Saya kenal dia saat ibadah haji 2006, gaweannya sih
di Aramco Company, tapi kalo musim haji dia gawe ibadah jadi field
manager maktab (rumah/ tenda) 86 Mina, dimana saya sekeluarga kemping
ditenda mereka selama seminggu. Badannya gedeee banget, janggutan, pintar, waktu itu suka cari-cari saya melulu karenaaaaaaa…doyan discuss, katanya biar Englishnya lancar, juga bahasa Indonesia-nya yang amboeradul…kok? Ya, mbah-mbah buyutnya tuh asli Banten, dia turunan ke-5, dan saking sibuknya dia belum pernah
pernah sempat ke Indonesia, kasian ya..

Pendalaman agamanya hebat, sore ini dia mengirim email penghiburan
atas segala ujian hidup, sangat menusuk hati menampar kalbu dan bikin
saya terharu sekaligus malu, maluuu sekali karena saya masih jauh
dari apa yang dia bilang serta banyak salah melangkah…

…beliau menulisnya dalam bahasa inggris, dan setelah diterjemahkan kok kata-katanya banyak mirip bukunya dr.Akram Ridha ‘menjadi wanita paling bahagia ya? Tak apalah, tetap saya share, semoga teman-teman juga dapat mengambil manfaatnya yang insyaAllah semuanya positif…nih die….

Teman Indonesiaku, aku yakin kau adalah wanita shalihah,
Kau punya senyuman indah, menghembus cinta mengalir kasih sayang kepada sesama
Kau punya ucapan baik, membangun persahabatan sejati, menjauhkan rasa dengki
Kau selalu berderma, membahagiakan si miskin,menyenangkan si fakir dan mengenyangkan si lapar
Kau selalu bersanding dengan kitab, membaca, menghayati, mengamal, bertobat mohon ampunan
Kau bekerja keras mendidik anakmu dengan agama, mengajarkan sunnah rasul dan hal bermanfaat
Kau punya rasa malu maka berhijab, hanya itu satu cara untuk pelihara kesucian dan kehormatanmu
Kau hanya menggauli para wanita baik yang takut Allah, mencintai dan menjunjung tinggi nilai agama
Kau pasti berbakti kepada orang tua, menyambung silaturahmi, menghormati tetangga, menyantuni anak yatim
Kau selalu membaca dan menelaah buku-buku yang bermutu dan bermanfaat

Temanku Indonesiaku yang shalihah,
Janganlah pernah kau sia-sia usiamu dengan hal tak berguna, suka
membalas dendam, berdebat perkara yang tidak bermanfaat
Janganlah pernah kau dewakan harta, menimbun, mengorbankan kesehatan,
kebahagiaan, tidur nyenyak dan istirahatmu
Janganlah pernah kau cari-cari kesalahan orang lain, menggunjing,
melupakan kesalahan diri
Janganlah pernah kau tenggelam nikmat hawa nafsu dan menuruti semua
yang kau inginkan
Janganlah pernah kau abaikan kebersihan badan, kerapian rumah, wewangian dan disiplin
Janganlah pernah kau minum yang diharamkan, rokok, syisyah dan semua yang berpenyakit
Janganlah pernah kau selalu mengingat musibah yang berlalu, bencana yang lewat, kesalahan yang terjadi
Janganlah pernah kau hamburkan harta, hura-hura dan kemaksiatan

Temanku Indonesiaku yang shalihah,
Sesali dan bertobatlah atas dosa yang kau lakukan, Allah akan menyambutnya
Sayangilah orang yang lemah maka kau akan bahagia, bantu orang yang membutuhkan maka kau akan puas, jangan kau tebar kebencian agar kau selalu selamat
Optimislah,karena Allah bersamamu, malaikat mohonkan ampun untukmu,
surga menantimu Hapuslah airmatamu, berbaik sangkalah kepada Allah, usir segala duka dengan ingat semua nikmat yang telah dilimpahkanNYA kepadamu
Jangan pernah kau sangka bahwa di dunia ini ada orang yang bisa mendapatkan kebahagiaan sempurna, karena tak seorang pun bisa memperoleh semua yang diinginkannya

Teman Indonesiaku yang shalihah,
Jadilah seperti pohon kurma, tinggi cita-cita, kebal dari penyakit, bila dilempar batu dibalaslah dengan buahnya
Duka lara tak pernah dapat kembalikan sesuatu yang telah berlalu dan memperbaiki kesalahan. Lalu untuk apa kau sekarang bersedih?
Janganlah kau cemas dengan kedatangan ujian dan bencana, sambutlah kenyamanan, kedamaian dan kesehatan yang pasti datang atas izin Allah
Padamkan api kedengkian didadamu, maafkan semua yang pernah berbuat salah kepadamu
Mandilah, wudhu, wewangian, siwak dan kerapian, semua itu obat mujarab untuk mengatasi segala kerisauan dan kesempitan

Teman Indonesiaku yang shalihah,
Jadilah lebah, hanya hinggap di bunga yang semerbak harum, di ranting yang segar, engkau tak punya waktu untuk mengorek aib dan kesalahan orang lain
Siapa yang kau takuti? Jika Allah jadi musuhmu, kepada siapa kau akan berharap?
Api dengki menggerogoti tubuh, mudah cemburu adalah api yang membara.
Serahkan saja urusan makhluk itu kepada Penciptanya, orang yang mendengki kepada ajalnya, dan setiap orang yang memusuhimu pada kealpaannya
Bila kau tidak bersiap sejak hari ini, maka hari esok tidak akan menjadi milikmu
Jadikanlah dirimu lebih elok dari taman bunga dengan akhlak
Biasakanlah berbuat baik, niscaya engkau menjadi manusia yang paling bahagia
Kenikmatan yang haram akan membuahkan penyesalan, kesengsaraan dan azab yang sangat pedih

Teman Indonesiaku yang shalihah,
Yang telah terjadi biarlah berlalu, impian biarkan di awang-awang, manfaatkanlah waktumu sekarang ini dengan sebaik-baiknya
Allah telah menciptakan satu contoh bagi orang-orang yang beriman, yaitu perempuan, istri Fir’aun saat ia berdoa, `Wahai Tuhanku, bangunkanlah buatku sebuah rumah yang dekat dengan-Mu di surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari orang-orang yang berbuat kezaliman (QS At Tahrim 11)
Optimislah, meskipun engkau berada di tengah-tengah badai yang menerjang.
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan
Kasih sayang Allah pasti datang, meski terasa jauh disana, ia akan tiba laksana kerdipan mata bila sudah saatnya
Kau seorang ibu, didiklah anak-anakmu dengan baik dan benar, mereka kelak akan menjadi pejuang, pembela dan penegak agama.
Mereka akan selalu berdoa untukmu dalam sujud dan ibadah malam mereka. Kau akan
berbangga bangga dan tersanjung kelak
Kau bisa menjadi penyeru jalan Allah bagi wanita lain sesamamu, dengan perkataan sopan, pelajaran baik, pernyataan tegas dan benar, pembantahan secara baik, dialog secara santun, akhlak mulia dan tingkah laku terpuji.
Esok hari pasti menerbitkan angin segar, mengusir semua kesedihan, dan menggantinya dengan keceriaan.

Teman Indonesiaku yang shalihah,
Bila kau putus asa karena belum mendapat jalan keluar, engkau kemanakan Allah dan kemahakuasannNya? Sabda Rasulullah : Apabila perempuan taat kepada Tuhannya, mendirikan kewajiban shalat lima waktu, menjaga kehormatannya, maka ia akan masuk surga Tuhannya.
Cukuplah Allah menjadi penolong kita dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.
Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (QS Ali Imran 139)
Setiap manusia bisa hidup, entah yang tinggal di istana ataupun yang tinggal di gubuk derita. Tapi siapakah yang paling bahagia?
Sepotong roti panggang itu sudah cukup untukmu, karena masih ada orang yang menutup pintu, hanya untuk menyembunyikannya. Dan sekian banyak orang hanya bisa membayangkannya
Maka bersyukurlah kepada Allah atas segala nikmatNya
Serahkan urusan orang zalim itu kepada mahkamah akhirat, sebuah mahkamah yang tidak ada hakimnya selain Allah

– teteh-





MEREKA SANGAT BAHAGIA MEMPUNYAI IBU YANG BANYAK

20 10 2008

Mungkin agak basi jika menceritakan sesuatu hal yang terjadi 3 minggu lalu, namun rasanya sulit terlupakan dan sayang jika tidak menjadi amalan hikmah bagi banyak sanak saudara kerabat teman-temanku ini…

Ya, tanggal 2 Agustus 2008 atas izin-NYA saya berkesempatan untuk diterbangkan Malaysian Airlines, memenuhi undangan pernikahan putrinya Dsp Che Mahazan bin Che Aik, Royal Police CID Chief di salah satu District di Malaysia. Mahazan menjadi salah satu “crazy” friend saya, setelah kami disponsori Amerika bertemu pada workshop Fraudulent Travel Document di ILEA Bangkok bersama 25 teman-teman se-Asia lainnya, bulan Februari lalu. 1 minggu di Thailand, dia yang paling doyan mengkritik saya yang menjadi tidak seksi karena tidak pake Highheels…dia yang pembohong bilang Fat is Beautiful…dia yang paling excited, periang dan kenceng bersenandung lagu-lagunya Yuni Shara di Function Room…dia yang getol minta call wake up shubuh…dia yang paling gentlemen ngusir anjing yang nguntit saya terus di lobby Rama Garden…dia yang gak pernah ngaku kabur malem-malem untuk masuk redcross….dia yang paling disegenin semua participant karena paling smart in discussion….dan….karena saya gak pake cincin kawin yang sudah kesempitan ini, dialah satu-satunya lelaki yang paling ceroboh karena tercepat dan terberani proposed me to be his second wife!!! Paraaah…..

No more interesting about “crazy” Mahazan to share…tentang gala diner di pesta pernikahan putrinya yang mewah pun pasti sudah sering rekans alami…bahkan tentang Kualalumpur, percaya banget rekans banyak yang sudah berkunjung. Tapi…..di pesta saya berkenalan dengan salah satu tamunya, seorang seorang perempuan ayu berkerudung, cantik dan keliatannya cerdas. Terpampang dikartu namanya “Dr. Gina Puspita”. Mengapa saya disatumejakan dengannya? Ya karena dia juga tamu dari Indonesia, tinggal di bilangan Ciputat.

Gina banyak berada di Malaysia karena selain 2 dari 4 anak-anaknya bersekolah disana, juga sibuk bersama suaminya Dr. Riesdam Effendi menjalankan bisnis yang diamanahkan gurunya Abuya Ashaari, pendiri Darul Arqam, sang opposant Tuan Mahathir Mohammad mantan perdana menteri. Namun sekarang perusahaan Rufaqa yang banyak bergerak dipermodalan pendidikan, berkembang pesat terutama di wilayah Timur Tengah dan Asia, tentunya termasuk di Indonesia.

Masih tertarik denger cerita saya ? yuuuuk, lanjut mang…
Saat kita melting komunikasi tentang status, keluarga, suami, anak, pekerjaan, kekerabatan dengan Mahazan dan lain sebagainya, inilah bagian yang paling seru, Gina sangat percaya diri bercerita panjang lebar (tepatnya syiar) tentang keharmonisan rumah tangganya, yang terdiri dari seorang suami dengan 4 orang anak dan…4 orang istri dalam satu rumah!. Maaak….

Bak nyanyian merdu, suaranya begitu percaya diri dan tertata merespon pertanyaan, ketidaktahuan dan segala keheranan saya tentang kehidupan rumah tangganya. Gimana saya gak heran, bahkan dia sendiri yang mencarikan calon ketiga istri untuk sang suami, yaitu Basyiroh, Salwa dan Fatimah. d’ohhhh!

Keliru jika banyak perempuan (seperti saya sendiri misalnya) menduga sebaliknya, karena mereka ternyata dia dan ketiga madu-nya bekerja di kantor yang sama dan tinggal seatap rumah hidup rukun dan bahagia. Kalo suami dengan salah satu istri, ketiga lainnya ngobrol-ngobrol di satu kamar. Jika sedang bepergian di luar kota, mereka akan bertukar pesan lewat “bang SMS”….akrab gitu dech.

Dengan menyitir satu hadits, Gina meyakinkan saya bahwa Poligami yang didasarkan pada Allah tidak akan menimbulkan masalah, bahkan enak dan perlu. Tuturnya, beragama, bernegara adalah cara hidup, yang tidak dapat diwujudkan sendiri-sendiri, namun harus bahu membahu bersama-sama, demikian juga dalam berumah tangga. Setelah Gina dan suami belajar, membaca, mendengar, dan menteladani keluarga guru mereka dengan 4 istri 37 anak, 200 cucu yang sangat kompak dalam mendukung perjuangan umat, lalu mereka bersepakat bahwa poligami juga dapat mereka lakukan. Dengan persetujuan guru, Gina sendiri loh yang ngedate pertamakali dengan para calon istri suaminya, lalu sampaikan hasrat kepada orang tua mereka dan Gina pula yang melamarkannya. Walaaaah….

”Teh Leni…baru saja kita niat mau baik, Allah sudah kasih bantuan. Beda pendapat pastilah terjadi, tidak saja di poligami namun juga di monogami . Tapi alhamdulillah semua perkara dimudahkan, masalah keluarga dapat diatasi baik, karena selalu ditujukan untuk mencari keridhaan-NYA. Kita akan rasa poligami indah dan perlu, karena bisa mendidik hati kita, memahami tingkatan ridha kita dan menuntut kita untuk belajar kesabaran, memahami di hati ada cemburu lalu kita akan berusaha untuk belajar tidak iri dengki, Sehingga timbul rasa untuk membahagiakan orang lain.”

”Coba Teh Leni rasa, ini masa sudah rusak, nilai moral manusia sudah merendah. Misal, banyak para wanita bicara merasa dihina dengan poligami, tapi saat diminta buka aurat dan menjadi tontonan tidaklah merasa hina. Sudahlah hilang malu karena ketiadaan iman. Apa kata ada bicara manusia normal pasti tidak mau dipoligami. Apakah istri-istri Rasulullah bukan wanita normal? Justru merekalah manusia normal, karena menghamba, mencintai, melaksanakan perintah Tuhannya. Sering saya merasa hina dalam shalat karena malu pada-NYA, mengapa “orang jahat” seperti saya DIA masih beri rasa kebaikan dalam poligami. Bagaimana dengan Rasulullah, “manusia terbaik”, dan bagaimana hebat keluarganya?. Keliru jika ada manusia berumahtangga, cinta suami adalah segala-galanya. Jangan kita takut kehilangan cinta suami, karena menikah adalah bukti cinta kita pada-NYA. Besarkanlah cinta kita pada-NYA, maka DIA sendiri yang akan membagi kebahagiaan itu. Tentang finansial, rizki, DIA tidak saja mencukupkan dalam poligami yang diridha-NYA, bahkan menambah-nambahnya. Hubungan suami, kami berempat dan keempat anak kami sangatlah baik, tak ada pembedaan mereka dari ibu yang mana. Misal ketika salah satu dari kami berfokus pada pekerjaan, maka anak-anak tidak pernah kekurangan perhatian karena ada ibu-ibu lainnya. Bahkan ilmu amalan anak-anak kami lebih berlipat lengkap dan beragam daripada teman-teman mereka dari keluarga monogami, karena keberagaman ilmu amalan yang diajarkan para ibu-ibunya. Tak jarang mereka ungkap betapa bahagianya mempunyai ibu yang banyak.

”Teh Leni…jangankan untuk mengkritik poligami, cobalah rasakan gerakan aktivis perempuan yang mengkritik poligami, kaum feminisme belumlah mendapatkan kejayaan, bahkan di Perancis negara pencetusnya. Saya pernah sepuluhan tahun tinggal disana, gerakan feminis tidaklah berbuah hasil tapi justru kesengsaraan bagi kaum wanita. Katakanlah mereka bisa mendapatkannya, namun sungguh menjadi siksaan karena tidak sesuai dengan fitrah. Ingat saat Aa Gym berpoligami, dan ada monogami anggota DPR tapi hina berselingkuh. Masyarakat lebih meramaikan poligami, dikatakan zalim, bahkan mau dilarang. Padahal menurut saya, monogami dalam kasus tertentu berpotensi selingkuh dan itu jauh lebih menzalimi dan menjadikan perempuan tak ada harganya. Masyarakat yang berpandangan demikian tidak bisa disalahkan, karena kita sendiri gagal mensyiarkan kebaikan di masyarakat. Wajar mereka membenci poligami karena sulit mencari poligami yang layak ditiru dan diteladani di Indonesia. Marilah kita kembali pada-NYA, penyelesai segala masalah, bukannya disibukkan dengan berbagai bentuk diskusi, opini, penafsiran bahkan hujatan yang pada akhirnya bersifat merendahkan Rasulullah. Orang terkesan ketakutan, padahal kan poligami hanya sekedar satu dari sekian ribu syariat Islam, bukan perkara wajib. Sedangkan bicara yang wajib pun, shalat, tiang agama, apakah negara pernah peduli?. Padahal pendidikan, ekonomi, kebudayaan, semua aspek negara kita rusak dan bermasalah. Mau monogami atau poligami, jika kembali kepada aturan-NYA, maka tetaplah semuanya akan harmoni. (duh bener-bener bicaranya Doktor nih, fair…)

Pesta perlahan usai, kami saling mengucapkan doa dan salam perpisahan, lamaaa saya mampir dan melamun, tenggelam di empuknya sofa lounge hotel diiring denting piano…“ how do I ever, ever survive….how do I live without you….”

Poligami? …. ah, tentunya masih saja menjadi rahasia besar dalam hatiku….

– Teteh –
oleh-oleh 3 minggu lalu, semoga bermanfaat





TANAH TINGAL DAN KEBAIKAN SILATURAHMI

20 10 2008

Bertempat tinggal di komplek tua, membuat posisi minoritas beberapa
keluarga muda menjadi sangat TERJEPIT untuk dibariskan dalam
neighbourhood commitee…yach, sudah 2 tahun ini KETERPAKSAAN
terpilih jadi Ketua RW 05 dan suami malah jadi
Ketua RT 15 di Kayuringin Jaya alias dibelakang RS Mitra Keluarga
atau Gor Pemda Bekasi dengan APABOLEH BUAT harus dijalankan…Ya
Allah, ada yang bisa memerdekakan kami?….tuuulung tuluuuung (mode
on:wayang cepot)

1 bulan terakhir yang sangat padat dan melelahkan, jadi mohon
MAAFKAN kepada teman-temanku siapapun dimanapun yang mana karenanya baru sekarang, sambil nyempil di Duri netcafe Bandung yang gratisan ini, pake daster bolong pinjeman lagi,
kubisa tunaikan tugas hak jawab untuk bercerita tentang Tanah Tingal tempat dimana kita akan bersilaturahmi dibulan Oktober ini…

Dari serebu satu ide yang didiskusikan panitia berakhirlah sepakat di konsep FAMILY GATHERING, dengan program OUTBOND untuk mengasuh dan mengasah anak-
anak kita yang udah pada gede-gede. Beberapa kali survey tempat
telah dilakukan seksi acara. Tak disangka tak diduga, jalan-jalan aku dan putri
kecilku minggu 3 Agustus lalu ke Tanah Tingal dan Situgintung, menjadi titik akhir pemilihan tempat terbaik silaturahmi, baik dari segi pertimbangan biaya, akses, dan lain hal sebagainya.

Mengakses Tanah Tingal mudah banget, apalagi untuk temen yang tinggal di Bintaro. Hanya perlu 30 menit dari Tol Bekasi Barat, dengan speed 120-an aku sudah bisa mencapai pintu
tol Bintaro. Jangan lupa bayar tol, setelah keluar langsung belok kiri ikuti jalan, nyebrang jembatan diatas jalan tol, lalu belok kanan, 20 menit-an santai udah nyampe deh di jalan merpati dan Tanah
Tingal berada di sebelah kanan jalan. Dibanding area Puncak dengan segala problem kejenuhan-macet-harga, yang ini lebih gampang banget, dan dilewati angkot2 gitu deh…

Setelah parkir dan keluar mobil, langsung disambut tugu batu bertandatangan mantan menteri KLH di ordelama serta kicauan burung di tanah seluas 10 hektar yang sangat sejuk dan rimbuuun banget. Ga
nyangka dech, ditengah2 kegersangan kota dan tebaran genting perumahan, masih ada ya tempat yang kayak gitu…Semilir masakan dari restoran rumah kayu agak menggoda perut, disebelah kirinya ada kantor dan baru tahu ternyata itu tempat adalah sekolah alam untuk 60 murid yang mayoritas anak-anak ekspatriat dan kalo weekend malem sering dibook untuk wedding party ala pesta kebun dimalam hari gituh. Nah, saat itu kebetulan saat itu ada family gathering-nya inkido, jadi aku bisa liat contoh soal kayak gimana kira-kira acara silaturahmi kita nanti…

para peserta (inkido) disambut dengan welcome banner, welcome desk, buku tamu, dan tetek bengek atribut yang kudu dipakai sebagai tandapeserta, dan ceklek, ada foto keluarga!…lalu sambil menunggu acara dimulai, pasangan2 muda itu ada yang nemenin balitanya menjajal aneka mainan di area dolanan anak, ada yang jalan2 ke kebun anggrek, ada yang numpang mandi pagi (kaleee) di kolam renang, ada yang langsung flying fox dan highrope lainnya, ada yang shalat duha minta rizki dan keselamatan di mushala, ada yang sibuk bujuk anaknya untuk tidak naek dulu kayak di danau, ada yang senam2 nafas sendiri gak mau rugi udara segar, ada yang langsung ilegal tanding bola di lapangan, ada yang gandengan jalan pelukan berduaan (penganten baru kali ya), macem2 deh tingkahnya…tapi kebanyakan sih pada duduk2 ngobrol ha ha hi hi ngumpul di arena gathering sambil menikmati
welcome drink dan sarapan pagi…dan ini yang keliatannya penting, gak ada satupun yang pake batik atau highheels, semuanya pake kaos training dan sportshoes!!!

terlihat acara sudah dimulai, mereka berkumpul, ada opening ceremonial sebentar dari entahlah mungkin bos-nya gitu. Lalu sekitar 20 anak-anak muda berkaos hitam celana pendek berikat syal dikepala dengan segala peralatan ala stapala dipinggang bermunculan, rupanya mereka para fasilitator Tanah Tingal yang akan mengambil alih acara. Mereka pisahin anak2 dari ortu2nya. yang ortunya dikelompok2, ada kelompok bapak2, emak2, suster2, semuanya DIKERJAIN dengan berbagai games yang cukup menguras tenaga pikiran dan mengundang tawa…anak-anaknya juga dikelompok2 dari yang balita, sedengan ampe yang abege. trus mereka dilead dengan aneka games fisik, art education dan farming, sesuai dengan tingkatan umurnya. Lalu mereka makan siang bersama ala pesta kebun, dan games yang sempat terputus pun dilanjut lagi…sampai berbasah2 dan harus mandi berganti baju….seruuu…

pastinya akan lebih seru lagi untuk silaturahmi kita, apalagi jika temen2 semua bisa hadir, yang masih single ya gandeng kandidat calon-nya, yang udah double ya bawa pasukan istri/ suami dan anak-anaknya ya, semoga…

– teteh –

“Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan mempergunakan nama-
namaNya, kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan
SILATURAHMI.” (QS An Nisa : 1)

Dari Abdullah bin Abi Aufa r.a, Rasulullah bersabda,”Tidak ada satu
kebaikanpun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada
SILATURAHMI, dan tidak aka satu dosapun yang adzabnya lebih cepat
diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi
kezaliman dan memutuskan tali SILATURAHMI.”

Dari Anas r.a, Rasullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka
dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya
(dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali SILATURAHMI.
[Mutafaq `alaih]

Ali r.a meriwayatkan dalam sebuah hadist, “Barangsiapa yang
mengambil tanggungjawab atas suatu perkara, aku akan menjamin
baginya empat perkara. Barangsiapa berSILATURAHMI, umurnya akan
dipanjangkan, kawan-kawannya akan cinta kepadanya, rezekinya akan
dipalangkan, dan ia aman masuk ke dalam surga. (Kanzul `Ummal).





JABATAN DAN PERSAHABATAN

20 10 2008

Kepemimpinan dalam arti suatu JABATAN, sekarang sudah umum dipersepsikan kebanyakan orang sebagai hubungan yang bersifat FORMAL dan FUNGSIONAL semata dengan bawahannya. Jalinan yang mengikat antara seorang Pemimpin dan bawahannya adalah KONTRAK yang muatannya melulu dikaitkan dengan target, gaji, bonus, dan lain lain yang bersifat KUANTITATIF.

Hubungan persaudaraan yang bersifat PERSONAL dan EMOSIONAL, saat sekarang seolah-olah ILLEGAL untuk dijadikan landasan interaksi dunia kerja dan organisasi, dasar perikatan antar Pemimpin-bawahan, murid-sekolah, bahkan para Kyai-Santri dan Suami-Istri. Saat ini, semuanya hanyalah KONTRAK KERJA + JOB DESCRIPTIONnya, sangat mengerikan.

Memang sulit untuk mau belajar jujur pada diri kita sendiri, bahwa kita sang manusia, adalah sangat hina, karena penuh dengan segala macam kebutuhan dan ketergantungan kepada orang lain. Sedangkan fakta mengindikasikan bahwa kita sang manusia sebagai makhluk ruhaniah, jika dibangun komunitasnya semata hanya atas dasar hukum formal saja, atau hanya dengan AD / ART produk akal manusia semata, maka terasa sekali kita sang manusia akan cenderung FRIGID, sarat kepentingan dan rawan dimanipulasi. Dampaknya, kalbu kita sang manusia terasa HAMBAR, NALAR ruhaniah pun terasa sangat menjadi STAGNAN.

Kepemimpinan, apalagi dalam dunia dakwah, alangkah indah jika didasarkan pada semangat PERSAHABATAN dan PERSAUDARAAN, yang relasinya lebih bersifat PERSONAL dan EMOSIONAL. Dengan begitu, seorang pemimpin akan memandang dan menyikapi bawahan atau rakyatnya bukan sebagai OBJEK yang harus senantiasa diawasi, dikendalikan atau diberi sanksi.

Kita sebagai pelaku interaksi ruhaniah, alangkah indah bila memposisikan diri sebagai manusia yang BERAKHLAK (bedakan akhlak dengan moral), yang dapat memandang siapa/ apa pun, selain Penciptanya, adalah SESAMA makhluk yang wajib berperan dalam statusnya masing-masing untuk sama-sama mengabdi kepada Sang Penciptanya.

Sangat disayangkan jika kita sebagai pelaku interaksi ruhaniah, hanya menilai pencapaian target adalah sebagai deretan angka dan ukuran kuantitatif. Padahal sejatinya semua itu adalah sebuah AMANAH dan TANGGUNGJAWAB dunia akhirat. Secara vertikal, setiap pelaku melakukan amalan harus DIJALAN dan HANYA UNTUK sang Penciptanya. Dan secara horisontal, pelaku interaksi ruhaniah menjadikan kepemimpinannya dan mitra muamalahnya sebagai landasan mencapai target bersama.

Teman-temanku, yang pernah 3 tahun lebih bersama-sama dalam satu arena pendidikan, kita semua pasti pernah merasakan, jika kedekatan yang dihasilkan oleh interaksi ruhaniah yang ALAMI, terasa sangat SOLID, dan secara perlahan berubah setelah memasuki dunia pekerjaan masing-masing. Saat itu godaan materi, fitnah dan segala hal yang menjadi pemicu konflik MUDAH diatasi. Terlalu MAHAL jika nilai ukhuwwah, persahabatan dan kekeluargaan harus ditukar dengan uang, karir atau jabatan. Suasana kerja yang nyaman dan tentram, saling percaya dan saling mendukung jauh lebih penting dibandingkan dengan materi, gaji atau hanya sekedar tips dan bonus.

”Tidaklah sempurna iman seseorang, sehingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri ” (HR Bukhari dan Muslim).

persahabatan, kekeluargaan, dan jabatan, akan senantiasa diuji…

– teteh –