Salahkah Bila Menangis ?

13 01 2011

Salahkah bila kita menangis ?

Bila melihat tayangan bedah rumah di TV, baca novel, dengar curhat teman, dikirimi foto bayi dan anak-anak yang lusuh/ cacat, video kekejaman di Palestina, mendengar lantunan ayat suci, kehilangan orang yang kita cintai…duh, siapa bisa menahan air mata ini mengalir.

Apalagi saat memandang wajah tak berdosa disaat si kecil tidur, menengadah tangan merintih sujud di sunyi malam mengadu macam-macam pada-Nya, atau saat berhadapan langsung dengan keagungan Ka’bah bagi yang sudah berziarah kesana… bukan hanya menu banjir air mata, namun sesak dada beraduk rasa sampai ingus meler kesana sini he he he

Bahkan kala duduk berdampingan dalam suatu penerbangan, seorang teman menangkap basah kanal di pipi saya dan mengejek  “lihat awan aja nangiiiiis…”...entahlah, mendadak hati bergetar, melihat kehebatan dan keindahan Sang Pencipta, saat itu rasanya kecil ciut dan mengkeret raga ini.

Kala menangis karena dipacu berbagai alasan, dan itulah tanda seseorang masih mempunyai “rasa”….rasa kasih sayang dan kelembutan hati, rasa takut, rasa cinta, rasa gembira, rasa menderita, rasa sedih, rasa terhina dan lemah…bahkan rasa munafik karena hanya ikut-ikutan, berpura-pura untuk mendapat belas kasihan orang saja.

Menangis secara teknis artinya memproduksi air mata. Dari beberapa sumber riset para ilmuwan nan pintar, katanya :

  • Air mata itu bermanfaat untuk membantu penglihatan karena bisa mencegah dehidrasi membrane mata.
  • Tanpa perlu obat tetes, zat lisozom pada air mata dapat membunuh 95% bakteri yang tertinggal di keyboard, pegangan tangga, bersin dll hanya dalam 5 menit.
  • Air mata menangis emosi ternyata mengandung racun yang terbebas dari tubuh, dan 24% protein Albumin yang dapat meregulasi system metabolism tubuh sehingga bisa menurunkan level depresi dan mood akan terangkat stabil.
  • Airmata menangis kesakitan ternyata mengandung hormon stress endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin, yang bermanfaat untuk menurunkan level stress dan membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan stress seperti hipertensi dan kejiwaan.
  • Bisa membangun sosialisasi, komunikasi dan kedekatan kepada objek yang memberikan dukungan saat kita menangis. Coba rasakan saat kita curhat dan menangis kepada pasangan, terlebih kepada Sang Maha Kuasa
  • Setelah menangis, ternyata system limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar dan membuat seseorang merasa lebih baik dan lega, dan bisa membantu memfokuskan kembali pikiran untuk menyelesaikan berbagai masalah yang mendera.

Tapi janganlah menangis dengan bertele-tele, hanya alasan sepele bahkan tanpa alasan yang jelas, terus-terusan tanpa jeda mencuri perhatian, meraung kesana sini mengganggu ketenangan, sampai jadi sakit pusing kepala bahkan pingsan, …ini cara menangis yang keliru, tidak menyehatkan malah justru menimbulkan aneka penyakit baru dan masalah-masalah lainnya.

Saat sang buah hati, apalagi anak lelaki kita kesakitan jatuh, disunat, diejek temannya, janganlah kita pernah bilang “sudah sudah, gak sakit kok, gitu aja kok nangis kayak anak perempuan, jangan cengeng ah, kamu kan cowok”. Alangkah baiknya kita peluk, dukung dan bantu lepaskan rasa sakit mereka.

Rasul Muhammad SAW mengisak haru saat menikahkan Fatimah putri tercintanya, menitik air mata saat mengingat nasib umat di akhir sakaratul mautnya.

Jadi kapan ya saya terakhir menangis? dua tahun lalu saat badan dihantam tulang manusia hingga ngilu dan membiru? dua bulan lalu saat keji difitnah orang? dua minggu lalu saat terkabar ayah ibu tercinta bersamaan sakit? atau dua malam lalu saat berderai airmata dikocok kelucuan Sule dkk di OPVJ?… di pukul dua siang ini, kutemukan kedua pipi basah, sesak dada membuncah tak tertahan, kutahan isak, hanya air mata menitik pelan dibalik layar laptop ini, , ahhh sedikit lega rasanya…

Waktu dan tempat yang tepat, alasan dan cara yang sehat….jangan ragu dan malu, menangislah kawan, dan jangan lupa kembalilah tersenyum…

Iklan




Rica-Rica

10 01 2011

The Leny bagi resepnya dwoong!
Teh Leny boleh di share di sini resep peda kukus sama terong rica-rica sama sekalian pak Untung resep zupa zoupnya! Wasalam Didin razani…

Re: The Leny bagi resepnya dwoong!
Mauuu…(makanan lagi, waktunya makan siang nih). Laper..laper..laper Xixi.Emuharim.

Re: Pedagang memberi resepnya? Kenapa tidak!
Pagi gini udah bahas terong rica sama peda kukus ni teh.Emuharim.

Komentar-komentar sahabat ini yang membuat saya punya utang selama weekend kemarin, dan akhirnya hari ini baru bisa berbagi resepnya. Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba ya kawan…

Bumbu I :

  • 3 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 5 cabe rawit merah
  • 5 cabe merah
  • 4 cm jahe

Bumbu II :

  • 3 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 5 cabe rawit merah
  • 5 cabe merah
  • 2 batang serai
  • 1 lembar daun pandan
  • 5 lembar daun jeruk

Memasak Bumbu Rica :

  • Bumbu I diulek halus
  • Bumbu II dirajang saja, lalu ditumbuk kasar sebentar, supaya rasa rempahnya keluar
  • Bumbu I ditumis dengan minyak goreng secukupnya, sampai wangi. Masukkan bumbu II, tumis bareng sampai wangi
  • Tambahkan air, garam, gula putih, merica, secukupnya sesuai selera.
  • Setelah matang, matikan api. Peras 1 jeruk nipis, campurkan.

Bahan Utama :

  • Bisa aneka daging hewan halal, atau aneka sayuran seperti Terong Ungu favorit saya
  • Terong : 1 kg dicuci bersih. Belah 2 sampai ujung dan jangan terlepas dari tangkai. Goreng sebentar dalam minyak panas. Angkat dan tiriskan
  • Ayam bebek/ sapi kambing/ ikan: 1 kg dipotong iris sesuai selera, dicuci bersih. Rendam 10 menit dalam air mendidih untuk mengeluarkan racun septic dan kotoran buruk. Tiriskan, lumuri air lemon + parutan jahe + minyak wijen, diamkan 10 menit. Goreng matang dalam minyak panas. Angkat dan tiriskan.
  • Bahan utama disiram bumbu rica matang, atau bisa diadukcampurkan
  • Taburi bawang merah dan bawang putih goreng diatasnya.

Sedikit tips supaya masakan enak lezat dan menyehatkan :

  • Bahan didapat dengan cara atau uang halal
  • Bismillah dan berdoa sebelum mulai memasak, niatkan untuk kebaikan, misal untuk ibadah memberi keluarga gizi yang baik/ menjamu dan menyenangkan tamu
  • Memasak dengan ikhlas riang gembira penuh senyum, tanpa ada beban apalagi marah-marah
  • Menjaga kebersihan bahan tempat dan alat masak, salah satunya selalu dicuci bersih.
  • Semakin segar bahan, semakin baik hasil masakan
  • Gunakan media spatula kayu untuk mengambil dan mengolah bahan. Semakin minimal tersentuh langsung tangan, makanan akan semakin awet dan tidak basi

Resep ini saya dapat dari seorang kawan orang Makasar saat kuliah dulu.  Olahan resep saat ini menjadi salah satu menu buffet favorit pengunjung resto yang dikelola sahabat kami di daerah Kampung Baru – KL.

Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba ya kawan.