Claw and Will Claw Thee, Alhamdulillah

27 10 2010

25 Oktober 2010. Senin Yang Indah.

Anak-anak kok ya begitu gampang dibangunkan, tak seperti normalnya. 04.00 mereka masuk toilet mandi dan berpakaian seragam sendiri. Martabak wortel dan jus jambu menu sahur sehat disikat tanpa banyak protes. Shubuh pun terasa lebih khusyuk. 06.00 melaju tanpa hambatan. Menunggu pintu dibuka, 1 jam menuju 08.00 kami santai Dhuha di masjid Imigrasi Jaktim, adeeem. Alhamdulillah.

Nomor antrian 25 sampai 32 kami borong. Anak-anak begitu excited, mau ngantri sendiri di kasir – bayar – bawa berkas – foto dan diinterview petugas, tanpa mau ditemani, Good Girls!. Emak cukup memantau sambil jagain tas mereka dari tempat duduk. Singkat dan cepat, petugasnya pun cantik-cantik karena keramahannya, 10.00 kelar sudah. Jalan pun bersahabat lenggang menemani emak mengantar mereka ke sekolah toko rumah, dan kembali mengisi hari dengan beberapa titik meeting di seputaran Jakarta Pusat dan Timur. Alhamdulillaaah.

17.00 pasca point check keberadaan anak-anak di sekolah sore dan rumah. Waduh…kenapa parkiran bisa kayak kolam renang ya, Jakarta bakal tenggelam sepertinya bukan sekedar isu nih. Setan malas menghantam untuk bisa tiba di kampus Salemba. Namun terbayang pertanggungjawaban kelak, Emak putuskan hantam saja hujan dan banjir ini, cuma air kok!. ”Dadah mobil, kamu nginep aja disini aja ya”...Emak melambai haru pada si roda empat yang manis bermandi genangan air 20cm-an. Lirik kanan kiri cari ojek, sebuah tepukan halus mendarat dipundak ”kereto ku luwih duwur, wis tak anterke nang kampus yo”. Alhamdulillaaaaah.

Emak pun bak ratu sejagat, naik mobil kinclong di lobi, disupiri pula, plus music dan cemilan saat waktu berbuka maghrib. Beberapa kali kami harus berputar balik, mencari jalan kesana-sini karena terhadang banjir. 19.30, wadooh! Hampir 3 jam sudah kami masih saja terjebak di seputaran Jakarta Timur. Para pengemudi terlihat depresi, salipan seenaknya, sahutan klakson dan umpatan dimana-mana, herannya kami malah penuh tawa canda, ngobrol aneka topik heboh, yang sungguh jarang sekali bisa sempat kami diskusikan selama ini. Banjir dan macet yang bermakna, tak terasa…Alhamdulillaaaaaaah.

Baru saja Emak mau ambil HP, sebuah panggilan sekretariat masuk ”Jadi Ibu tetap akan mengajar?”. Ya iyya lah udah terlanjur dijalan begini, pantang mundur. ” Kalo begitu, Ibu hati-hati ya. Macet dan banjir begini.  Saya sudah siapkan ibu nasi uduk Mas Miskun dan jeruk panas nih Bu, bonus pejuang hari ini heeee”. Halah, baik banget sih, Alhamdulillaaaaaaah.

Tahu betul betapa tak keberatannya sahabat Emak ini, namun Emak putuskan untuk lebih tahu diri, keluarganya pasti sudah menunggu dirumah. Emak tolak halus paksaannya mengantar, Emak lanjutkan sisa perjalanan dengan busway saja, toh hanya 1 km-an lagi. Alamaaak, busway pun penuh sesak. Baru mulai menata posisi, kembali sebuah tepukan halus ditangan ”Silahkan duduk bu” begitulah seorang gadis muda menyapa. Alhamdulillaaaaaaaaah.

”Gak pa-pa, silahkan untuk Bapak aja, saya masih banyak stok daging lebih nih heee” Sambil tunjuk badan yang berbobot ini, begitulah jawaban Emak saat mensubkon penyikatan nasi uduk yang disediakan kepada pak Satpam. Dia pasti lebih membutuhkan, terlebih Emak terburu-buru harus memulai kelas yang sudah 2 jam terlambat. Dari sekian puluh yang seharusnya, hanya 2 mahasiswa saja yang Allah izinkan hadir, jempol seratusss!. Kampus dan kelas begitu lengang, Emak rasanya seperti di jaman SMA dulu sore-sore ngajar privat bocah SD, diskusi bertiga super seruuu, Alhamdulillaaaaaaaaaaah.

22.00 kelas pun berakhir. ”Mari bu, disini motornya”, sapa anak muda berhelm fullface menghampiri. Ah, Emak kenal dia, ojek kampus langganan yang baik, sopan dan tidak begajulan, setia mengantar Emak kalau tak bawa si roda empat. Motornya mulai melaju atraksi canggih, menyelip di antrian mobil yang tak kunjung bergerak. ”Ibu mau saya antar ke rumah Rawamangun apa Bekasi?”. Loooh kok pake nanya, biasanya dia langsung tancap ke rumah Rawamangun. Emak jadi mulai detail memperhatikan si anak muda dari belakang, lah kok pakai kemeja, lah lah kok ada tas nyantol di depan, lah lah lak kok jadi putihan kulitnya. Sebentar…sebentar…ini siapa ya, abang ojek khan????   “Saya Ardian bu, mahasiswa Ibu. Saya tadi tiba di kampus 21.30 karena terjebak banjir. Jadi nanggung dan malu juga mau gabung kelas kalau cuma 15 menit. Saya lihat ibu keluar ya disamperin deh. Terimakasih banget nih kok ya Ibu berkenan saya antar pulang”.

Tuing tuing tuing, Emak maluuuuu. Waduh nak, mohon maaf, Emak pikir kamu ojek langganan, helm cakilnya gak dibuka sih jadi gak jelas mukanya, pede banget pula langsung nyamperin mau antar hi hi hi. Emak berkali-kali minta maaf karena sudah menyangka ojek langganan. Tak digubris saat berkali-Emak kali pula minta stop turun di jalan karena harus pulang ke rumah Bekasi, si anak muda ini keukeuh ngotot lanjut antar Emak. Jadilah malam itu Emak diajaknya adventure trekking lewat-lewat kuburan cina gang tikus dan jalan tembus. Wow amazing, koleksi pengetahuan jalan Emak jadi nambah nih, Alhamdulillaaaaaaaaaaaaah.

Kembali terdengar jeritan klakson para pengemudi yang stress karena berjam-jam macet yang tak bergeming. Emak dan ojek intelek ini cukup 30 menit saja untuk sampai rumah Bekasi, nyelip sana sini, ngobrol macam-macam topik pembicaraan. Emak jadi tahu dia yatim piatu, perjuangan menanggung 2 adik perempuannya, melanjutkan kuliah, kerja kantoran, sambil usaha cuci steam motor dan 2 gerobak gorengan. Ini baru murid emak! Hmmm anak keren, anak baik, good boy!. Emak jadi tahu dan belajar banyak hal-hal baru darinya. Emak tambah pintar malam itu, Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaah.

Rupanya badan tahun 70 an ini kurang kompromi ya, terasa betul kakunya pinggang gara-gara duduk miring naik motor kejauhan. 22.30 tiba, tepat anak-anak selesaikan PR sekolah rebutan diperiksa dan laporan ini itu. Perang bantal malam itu telah menewaskan anak-anak dipukul 23.30. Sambil Emak ciumi satu persatu pipi mereka “Duh Gusti, izinkan saya dan mereka hidup bangun kembali besok pagi ya. Izinkan sahabat saya tadi punya mobil lebih gede dan tinggi lagi dari yang saya tumpangi. Izinkan gadis cantik di busway tadi dapat jodoh yang shaleh. Izinkan ilmu dua murid saya yang hadir tadi barokah. Izinkan Ardian mahasiswa saya tadi jadi orang jeneng dan sukses. Amin”.

Kreeeek….baru saja mata ini akan menutup, kepala seorang asisten nongol di sela pintu kamar yang dia buka pelan “Bu…saya pijitin yah”. Aihhhh, Allah tau aja deh….Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaah.

25 Oktober 2010. Senin Yang Indah.

t.e.h.l.e.n.i.

Just keep moving. Claw and will claw thee.

Iklan

Aksi

Information

7 responses

27 10 2010
bunda fa'iq

Emak…
Ke salemba gak bilang2..
Tapi beda statuslah,
apalah diriku ini hanya seorang murid
dan engkau seorang dosen..
Semoga keberkahan senantiasa meliputi emak sekeluarga..
Salam sayang..

Bunda fa’iq

27 10 2010
t.e.h.l.e.n.i.

Haiiih, senangnya emak yang pinter ini mampir
Lah, dikau kampus depok opo salemba sih dear?
Kasian para mahasiswa itu, diajari dosen ber-IP pas pasan ha ha
Amin amin amiiiiin, saling mendoakan, saling menguatkan ya
Salam sayang dan kangen…miss you dear

27 10 2010
MasGun

Thanks for sharingnya.

27 10 2010
t.e.h.l.e.n.i.

Not at all, sama sama ya Pak Gunawan.
Semoga ada secuil manfaat.
Terimakasih sudah mampir di blog amatir ini.
Salam saya untuk warga Cikarang.

28 10 2010
anita Y

Teh Leni, bagus tulisan2nya ya.. aku jg lagi mau belajar nulis at least curhatan aku lah..hehehe.. biar ga stress2 bgt kalo lg bengong di ktr..

eh iya Teh, ajarin cara bikin judul di tampilan blog kita dong Teh? hehehe.. maklum gatek…

28 10 2010
t.e.h.l.e.n.i.

Hayyyah, ini mbak anita ya, kemana aja, kangeeen
Waduh, too much compliment ah, tulisan emak-emak amatiran he he
Ini kan blog bingung, bingung bikinnya, bingung bukanya, bingung desainnya, bahkan bingung lupa terus password login… Itu asal semua diklak-klik jadinya tampilannya ancur surancur kan
Jadi bener2 salah alamat kalo tanya cara ini itu sama Teteh, sama-sama gaptek ha ha ha
It’s ok, lebih baik berani salah daripada diam sama sekali. Keep moving dear…

29 10 2010
anita Y

Yoi Teh.. lbh baik salah,dr pada ga nyoba sama sekali..lg pingin nulis2 lagi.. biar ada obat stress…hehe

aku jg kangen bgt nih…

oh iya sebelum lupa, photo nya cantik bgt..kan waktu itu mau minta ajarin dandan ya..hehehe

Tinggalkan Balasan ke bunda fa'iq Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: