Claw and Will Claw Thee, Alhamdulillah

27 10 2010

25 Oktober 2010. Senin Yang Indah.

Anak-anak kok ya begitu gampang dibangunkan, tak seperti normalnya. 04.00 mereka masuk toilet mandi dan berpakaian seragam sendiri. Martabak wortel dan jus jambu menu sahur sehat disikat tanpa banyak protes. Shubuh pun terasa lebih khusyuk. 06.00 melaju tanpa hambatan. Menunggu pintu dibuka, 1 jam menuju 08.00 kami santai Dhuha di masjid Imigrasi Jaktim, adeeem. Alhamdulillah.

Nomor antrian 25 sampai 32 kami borong. Anak-anak begitu excited, mau ngantri sendiri di kasir – bayar – bawa berkas – foto dan diinterview petugas, tanpa mau ditemani, Good Girls!. Emak cukup memantau sambil jagain tas mereka dari tempat duduk. Singkat dan cepat, petugasnya pun cantik-cantik karena keramahannya, 10.00 kelar sudah. Jalan pun bersahabat lenggang menemani emak mengantar mereka ke sekolah toko rumah, dan kembali mengisi hari dengan beberapa titik meeting di seputaran Jakarta Pusat dan Timur. Alhamdulillaaah.

17.00 pasca point check keberadaan anak-anak di sekolah sore dan rumah. Waduh…kenapa parkiran bisa kayak kolam renang ya, Jakarta bakal tenggelam sepertinya bukan sekedar isu nih. Setan malas menghantam untuk bisa tiba di kampus Salemba. Namun terbayang pertanggungjawaban kelak, Emak putuskan hantam saja hujan dan banjir ini, cuma air kok!. ”Dadah mobil, kamu nginep aja disini aja ya”...Emak melambai haru pada si roda empat yang manis bermandi genangan air 20cm-an. Lirik kanan kiri cari ojek, sebuah tepukan halus mendarat dipundak ”kereto ku luwih duwur, wis tak anterke nang kampus yo”. Alhamdulillaaaaah.

Emak pun bak ratu sejagat, naik mobil kinclong di lobi, disupiri pula, plus music dan cemilan saat waktu berbuka maghrib. Beberapa kali kami harus berputar balik, mencari jalan kesana-sini karena terhadang banjir. 19.30, wadooh! Hampir 3 jam sudah kami masih saja terjebak di seputaran Jakarta Timur. Para pengemudi terlihat depresi, salipan seenaknya, sahutan klakson dan umpatan dimana-mana, herannya kami malah penuh tawa canda, ngobrol aneka topik heboh, yang sungguh jarang sekali bisa sempat kami diskusikan selama ini. Banjir dan macet yang bermakna, tak terasa…Alhamdulillaaaaaaah.

Baru saja Emak mau ambil HP, sebuah panggilan sekretariat masuk ”Jadi Ibu tetap akan mengajar?”. Ya iyya lah udah terlanjur dijalan begini, pantang mundur. ” Kalo begitu, Ibu hati-hati ya. Macet dan banjir begini.  Saya sudah siapkan ibu nasi uduk Mas Miskun dan jeruk panas nih Bu, bonus pejuang hari ini heeee”. Halah, baik banget sih, Alhamdulillaaaaaaah.

Tahu betul betapa tak keberatannya sahabat Emak ini, namun Emak putuskan untuk lebih tahu diri, keluarganya pasti sudah menunggu dirumah. Emak tolak halus paksaannya mengantar, Emak lanjutkan sisa perjalanan dengan busway saja, toh hanya 1 km-an lagi. Alamaaak, busway pun penuh sesak. Baru mulai menata posisi, kembali sebuah tepukan halus ditangan ”Silahkan duduk bu” begitulah seorang gadis muda menyapa. Alhamdulillaaaaaaaaah.

”Gak pa-pa, silahkan untuk Bapak aja, saya masih banyak stok daging lebih nih heee” Sambil tunjuk badan yang berbobot ini, begitulah jawaban Emak saat mensubkon penyikatan nasi uduk yang disediakan kepada pak Satpam. Dia pasti lebih membutuhkan, terlebih Emak terburu-buru harus memulai kelas yang sudah 2 jam terlambat. Dari sekian puluh yang seharusnya, hanya 2 mahasiswa saja yang Allah izinkan hadir, jempol seratusss!. Kampus dan kelas begitu lengang, Emak rasanya seperti di jaman SMA dulu sore-sore ngajar privat bocah SD, diskusi bertiga super seruuu, Alhamdulillaaaaaaaaaaah.

22.00 kelas pun berakhir. ”Mari bu, disini motornya”, sapa anak muda berhelm fullface menghampiri. Ah, Emak kenal dia, ojek kampus langganan yang baik, sopan dan tidak begajulan, setia mengantar Emak kalau tak bawa si roda empat. Motornya mulai melaju atraksi canggih, menyelip di antrian mobil yang tak kunjung bergerak. ”Ibu mau saya antar ke rumah Rawamangun apa Bekasi?”. Loooh kok pake nanya, biasanya dia langsung tancap ke rumah Rawamangun. Emak jadi mulai detail memperhatikan si anak muda dari belakang, lah kok pakai kemeja, lah lah kok ada tas nyantol di depan, lah lah lak kok jadi putihan kulitnya. Sebentar…sebentar…ini siapa ya, abang ojek khan????   “Saya Ardian bu, mahasiswa Ibu. Saya tadi tiba di kampus 21.30 karena terjebak banjir. Jadi nanggung dan malu juga mau gabung kelas kalau cuma 15 menit. Saya lihat ibu keluar ya disamperin deh. Terimakasih banget nih kok ya Ibu berkenan saya antar pulang”.

Tuing tuing tuing, Emak maluuuuu. Waduh nak, mohon maaf, Emak pikir kamu ojek langganan, helm cakilnya gak dibuka sih jadi gak jelas mukanya, pede banget pula langsung nyamperin mau antar hi hi hi. Emak berkali-kali minta maaf karena sudah menyangka ojek langganan. Tak digubris saat berkali-Emak kali pula minta stop turun di jalan karena harus pulang ke rumah Bekasi, si anak muda ini keukeuh ngotot lanjut antar Emak. Jadilah malam itu Emak diajaknya adventure trekking lewat-lewat kuburan cina gang tikus dan jalan tembus. Wow amazing, koleksi pengetahuan jalan Emak jadi nambah nih, Alhamdulillaaaaaaaaaaaaah.

Kembali terdengar jeritan klakson para pengemudi yang stress karena berjam-jam macet yang tak bergeming. Emak dan ojek intelek ini cukup 30 menit saja untuk sampai rumah Bekasi, nyelip sana sini, ngobrol macam-macam topik pembicaraan. Emak jadi tahu dia yatim piatu, perjuangan menanggung 2 adik perempuannya, melanjutkan kuliah, kerja kantoran, sambil usaha cuci steam motor dan 2 gerobak gorengan. Ini baru murid emak! Hmmm anak keren, anak baik, good boy!. Emak jadi tahu dan belajar banyak hal-hal baru darinya. Emak tambah pintar malam itu, Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaah.

Rupanya badan tahun 70 an ini kurang kompromi ya, terasa betul kakunya pinggang gara-gara duduk miring naik motor kejauhan. 22.30 tiba, tepat anak-anak selesaikan PR sekolah rebutan diperiksa dan laporan ini itu. Perang bantal malam itu telah menewaskan anak-anak dipukul 23.30. Sambil Emak ciumi satu persatu pipi mereka “Duh Gusti, izinkan saya dan mereka hidup bangun kembali besok pagi ya. Izinkan sahabat saya tadi punya mobil lebih gede dan tinggi lagi dari yang saya tumpangi. Izinkan gadis cantik di busway tadi dapat jodoh yang shaleh. Izinkan ilmu dua murid saya yang hadir tadi barokah. Izinkan Ardian mahasiswa saya tadi jadi orang jeneng dan sukses. Amin”.

Kreeeek….baru saja mata ini akan menutup, kepala seorang asisten nongol di sela pintu kamar yang dia buka pelan “Bu…saya pijitin yah”. Aihhhh, Allah tau aja deh….Alhamdulillaaaaaaaaaaaaaaah.

25 Oktober 2010. Senin Yang Indah.

t.e.h.l.e.n.i.

Just keep moving. Claw and will claw thee.

Iklan




Bener-bener ndeso ya….

19 10 2010

“Loooh…kok tidurnya gelar dilantai, pakai kasur tipis lipat pula…”

5 tahun lalu awal ceritanya, ketika baby kecilku ini mulai aktif kesana kemari, langsaknya minta ampun, sempat berapa kali benjol jatuh jatuh dari ranjang. Akhirnya diputuskanlah untuk mendesain dan membuat sendiri 8 buah kasur tipis lipat, digelar full memenuhi ruangan kamar. Melantailah kami tidur, sang baby makin aktif dan senang berguling hilir mudik, tidur berputar bak gasing kesana kemari…. Bagaimana nasib sang ranjang kasur? cukuplah satu atau dua kali seminggu kami tidur disana untuk urusan “spesial” lainnya…

“Muhammad Saw pun hanya tidur bergelar tikar tipis saja…” begitu kira-kira kesederhanaan Rasulullah sang panutan, manusia termulia dan disayang Allah.

Duh gusti, mohon ampun padaMu. Rasanya kami belum mampu seperti Beliau. Kalaupun satu tahun kemudian kami masih harus bertahan tidur melantai dikasur tipis, itu lebih karena tuntutan sang baby yang beralih profesi jadi jagoan ngompol.  Melipat mengangkat dan menjemur kasur lipat yang terbasahi ompol, sangatlah simpel dan cepat kering dibandingkan spring bed yang berat dan tebalnya aduhai itu. Bahkan satu atau dua kasur lipat tipis itu seringkali nongkrong di bagasi mobil menemani perjalanan hidup kami kemanapun dan setiap saat bisa dimanapun digelar…kantor, kampus, taman, mudik, rumah saudara. Kasur berjalan….nikmat juga.

Jadi ingat lagi nikmat lainnya, 2007 disaat banjir sempat mampir selutut ke rumah, kami hanya cukup mengungsikan beberapa alat elektronik saja. Furniture kayu biarlah direndamkan saja, sedangkan yang lainnya termasuk kasur cukup kami lipat susun rapi di atas lemari. Kami jadi punya waktu banyak untuk bantu tetangga ungsikan spring bednya, maaaak beratnya minta ampun. Satu hari kemudian dijemur, kami sudah bisa tidur lelap lagi di kasur lipat, sementara para tetangga perlu dua mingguan menunggu kasur tebalnya kering, bahkan banyak juga yang yang langsung dibuang karena sudah dowel-dowel bau busuk jadi saringan lumpur, duhh…

Ahhh, tak terasa enam tahun sudah terlewati. Saya dan anak-anak sampai saat ini tetap lebih suka memilih tidur dikasur lipat tipis itu daripada di ranjang kasur. Karena semalam saja saya coba tidur diatas empuknya ranjang kasur di kamar sebelah, tulang punggung ini kok malah rasanya remek kaku pegel linu disaat bangun di pagi hari, sakit sekali. Ala  bisa karena biasa.

Pagi ini sempat kubaca sampai butir 15 dari sebuah artikel terjemahan yang sudi mampir di inbox saya, tentang bagaimana kiat mendidik dan menteladani anak :
” 15. Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak.

Oke lah kalau begitu. Makin tipis, makin lepek, makin wangi ompol, makin adem,  makin spesial 8 tahun kau bersaksi akan kisah kasihku bersama anak-anak. Biar ibuku sering ngomel ini itu, biar orang lainnya berkata apa. Maju terus pantang mundur, tetaplah nikmat bagi kami tidur di kasur tipis lipat ini…

Bener-bener ndeso ya he he he

t.e.h.l.e.n.i.

==============================================
Mathwiyat Darul Qasim “tsalasun wasilah li ta’dib al abna” asy Syaikh Muhammad bin shalih al Utsaimin rahimahullah . (Diterjemahkan oleh Ubaidillah Masyhadi)

Apabila telah tampak tanda-tanda tamyiz pada seorang anak, maka selayaknya dia mendapatkan perhatian sesrius dan pengawasan yang cukup. Sesungguhnya hatinya bagaikan bening mutiara yang siap menerima segala sesuatu yang mewarnainya. Jika dibiasakan dengan hal-hal yang baik, maka ia akan berkembang dengan kebaikan, sehingga orang tua dan pendidiknya ikut serta memperoleh pahala.

Sebaliknya, jika ia dibiasakan dengan hal-hal buruk, maka ia akan tumbuh dengan keburukan itu. Maka orang tua dan pedidiknya juga ikut memikul dosa karenanya. Oleh karena itu, tidak selayaknya orang tua dan pendidik melalaikan tanggung jawab yang besar ini dengan melalaikan pendidikan yang baik dan penanaman adab yang baik terhadapnya sebagai bagian dari haknya. Di antara adab-adab dan kiat dalam mendidik anak adalah sebagai berikut :

1.       Hendaknya anak dididik agar makan dengan tangan kanan, membaca Basmalah, memulai dengan yang paling dekat dengannya dan tidak mendahului makan sebelum yang lainnya (yang lebih tua, red). Kemudian cegahlah ia dari memandangi makanan dan orang yang sedang makan.

2.       Perintahkan ia agar tidak tergesa-gesa dalam makan. Hendaknya mengunyahnya dengan baik dan jangan memasukkan makanan ke dalam mulut sebelum habis yang di mulut. Suruh ia agar berhati-hati dan jangan sampai mengotori pakaian.

3.       Hendaknya dilatih untuk tidak bermewah-mewah dalam makan (harus pakai lauk ikan, daging dan lain-lain) supaya tidak menimbulkan kesan bahwa makan harus dengannya. Juga diajari agar tidak terlalu banyak makan dan memberi pujian kepada anak yang demikian. Hal ini untuk mencegah dari kebiasaan buruk, yaitu hanya memen-tingkan perut saja.

4.       Ditanamkan kepadanya agar mendahulukan orang lain dalam hal makanan dan dilatih dengan makanan sederhana, sehingga tidak terlalu cinta dengan yang enak-enak yang pada akhirnya akan sulit bagi dia melepaskannya.

5.       Sangat disukai jika ia memakai pakaian berwarna putih, bukan warna-warni dan bukan dari sutera. Dan ditegaskan bahwa sutera itu hanya untuk kaum wanita.

6.       Jika ada anak laki-laki lain memakai sutera, maka hendaknya mengingkarinya. Demikian juga jika dia isbal (menjulurkan pakaiannya hingga melebihi mata kaki). Jangan sampai mereka terbiasa dengan hal-hal ini.

7.       Selayaknya anak dijaga dari bergaul dengan anak-anak yang biasa  bermegah-megahan dan bersikap angkuh. Jika hal ini dibiarkan maka bisa jadi ketika dewasa ia akan berakhlak demikian. Pergaulan yang jelek akan berpengaruh bagi anak. Bisa jadi setelah dewasa ia memiliki akhlak buruk, seperti: Suka berdusta, mengadu domba, keras kepala, merasa hebat dan lain-lain, sebagai akibat pergaulan yang salah di masa kecilnya. Yang demikian ini, dapat dicegah dengan memberikan pendidikan adab yang baik sedini mungkin kepada mereka.

8.       Harus ditanamkan rasa cinta untuk membaca al Qur’an dan buku-buku, terutama di perpustakaan. Membaca al Qur’an dengan tafsirnya, hadits-hadits Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam   dan juga pelajaran fikih dan lain-lain. Dia juga harus dibiasakan menghafal nasihat-nasihat yang baik, sejarah orang-orang shalih dan kaum zuhud, mengasah jiwanya agar senantiasa mencintai dan menela-dani mereka. Dia juga harus diberitahu tentang buku dan faham kelompok-kelompok bid’ah lainnya agar tidak terjerumus ke dalamnya. Demikian pula aliran-aliran sesat yang banyak ber-kembang di daerah sekitar kita, sesuai dengan tingkat kemampuan anak.

9.       Dia harus dijauhkan dari syair-syair cinta gombal dan hanya sekedar menuruti hawa nafsu, karena hal ini dapat merusak hati dan jiwa.

10.     Biasakan ia untuk menulis indah (khath) dan mengahafal syair-syair tentang kezuhudan dan akhlak mulia. Itu semua menunjukkan kesempurnaan sifat dan merupakan hiasan yang indah.

11.     Jika anak melakukan perbuatan terpuji dan akhlak mulia jangan segan-segan memujinya atau memberi penghargaan yang dapat membahagia-kannya. Jika suatu kali melakukan kesalahan, hendaknya jangan disebar-kan di hadapan orang lain sambil dinasihati bahwa apa yang dilakukannya tidak baik.

12.     Jika ia mengulangi perbuatan buruk itu, maka hendaknya dimarahi di tempat yang terpisah dan tunjukkan tingkat kesalahannya. Katakan kepadanya jika terus melakukan itu, maka orang-orang akan membenci dan meremehkannya. Namun jangan terlalu sering atau mudah memarahi, sebab yang demikian akan menjadikannya kebal dan tidak terpengaruh lagi dengan kemarahan.

13.     Seorang ayah hendaknya menjaga kewibawaan dalam ber-komunikasi dengan anak. Jangan menjelek-jelekkan atau bicara kasar, kecuali pada saat tertentu. Sedangkan seorang ibu hendaknya menciptakan perasaan hormat dan segan terhadap ayah dan memperingatkan anak-anak bahwa jika berbuat buruk maka akan mendapat ancaman dan kemarahan dari ayah.

14.     Hendaknya dicegah dari tidur di siang hari karena menyebabkan rasa malas (kecuali benar-benar perlu). Sebaliknya, di malam hari jika sudah ingin tidur, maka biarkan ia tidur (jangan paksakan dengan aktivitas tertentu, red) sebab dapat menimbulkan kebosanan dan melemahnya kondisi badan.

15.     Jangan sediakan untuknya tempat tidur yang mewah dan empuk karena mengakibatkan badan menjadi terlena dan hanyut dalam kenikmatan. Ini dapat mengakibatkan sendi-sendi menjadi kaku karena terlalu lama tidur dan kurang gerak.

16.     Jangan dibiasakan melakukan sesuatu dengan sembunyi-sembunyi, sebab ketika ia melakukannya, tidak lain karena adanya keyakinan bahwa itu tidak baik.

17.     Biasakan agar anak melakukan olah raga atau gerak badan di waktu pagi agar tidak timbul rasa malas. Jika memiliki ketrampilan memanah (atau menembak, red), menunggang kuda, berenang, maka tidak mengapa menyi-bukkan diri dengan kegiatan itu.

18.     Jangan biarkan anak terbiasa melotot, tergesa-gesa dan bertolak (berkacak) pinggang seperti perbuatan orang yang membangggakan diri.

19.     Melarangnya dari membangga-kan apa yang dimiliki orang tuanya, pakaian atau makanannya di hadapan teman sepermainan. Biasakan ia ber-sikap tawadhu’, lemah lembut dan menghormati temannya.

20.     Tumbuhkan pada anak (terutama laki-laki) agar tidak terlalu mencintai emas dan perak serta tamak terhadap keduanya. Tanamkan rasa takut akan bahaya mencintai emas dan perak secara berlebihan, melebihi rasa takut terhadap ular atau kalajengking.

21.     Cegahlah ia dari mengambil sesuatu milik temannya, baik dari keluarga terpandang (kaya), sebab itu merupakan cela, kehinaan dan menurunkan wibawa, maupun dari yang fakir, sebab itu adalah sikap tamak atau rakus. Sebaliknya, ajarkan ia untuk memberi karena itu adalah perbuatan mulia dan terhormat.

22.     Jauhkan dia dari kebiasaan meludah di tengah majlis atau tempat umum, membuang ingus ketika ada orang lain, membelakangi sesama muslim dan banyak menguap.

23.     Ajari ia duduk di lantai dengan bertekuk lutut atau dengan menegakkan kaki kanan dan menghamparkan yang kiri atau duduk dengan memeluk kedua punggung kaki dengan posisi kedua lutut tegak. Demikian cara-cara duduk yang dicontohkan oleh Rasulullah
Shallallaahu alaihi wa sallam.

24.     Mencegahnya dari banyak berbicara, kecuali yang bermanfaat atau dzikir kepada Allah.

25.     Cegahlah anak dari banyak bersumpah, baik sumpahnya benar atau dusta agar hal tersebut tidak menjadi kebiasaan.

26.     Dia juga harus dicegah dari perkataan keji dan sia-sia seperti melaknat atau mencaci maki. Juga dicegah dari bergaul dengan orang-orang yang suka melakukan hal itu.

27.     Anjurkanlah ia untuk memiliki jiwa pemberani dan sabar dalam kondisi sulit. Pujilah ia jika bersikap demikian, sebab pujian akan mendorongnya untuk membiasakan hal tersebut.

28.     Sebaiknya anak diberi mainan atau hiburan yang positif untuk melepaskan kepenatan atau refreshing, setelah selesai belajar, membaca di perpustakaan atau melakukan kegiatan lain.

29.     Jika anak telah mencapai usia tujuh tahun maka harus diperintahkan untuk shalat dan jangan sampai dibiarkan meninggalkan bersuci (wudhu) sebelumnya. Cegahlah ia dari berdusta dan berkhianat. Dan jika telah baligh, maka bebankan kepadanya perintah-
perintah.

30.     Biasakan anak-anak untuk bersikap taat kepada orang tua, guru, pengajar (ustadz) dan secara umum kepada yang usianya lebih tua. Ajarkan agar memandang mereka dengan penuh hormat. Dan sebisa mungkin dicegah dari bermain-main di sisi mereka (mengganggu mereka).

31.     Demikian adab-adab yang berkaitan dengan pendidikan anak di masa tamyiz hingga masa-masa menjelang baligh.

Uraian di atas adalah ditujukan bagi pendidikan anak laki-laki. Walau demikian, banyak diantara beberapa hal di atas, yang juga dapat diterapkan bagi pendidikan anak perempuan.
Wallahu a’lam.





Everywhere! just found most popular greetings “Ramadhan”. Wonder about, what is that?

13 10 2010

west-lee: how r u my east friend.warmest hug for ur cute daughter . missed bandung n ur family. wonder about word “ramadhan”. just found popular greetings n comments on facebook and twitt.everywhere!

nurlaenileni: hi lee. howr u. im fine. might 12 hours different. midnight here. just wake up. and imhappy found u far away asking about

west-lee: then no say sorry for urhappiness ha ha. im also fine. a bit lazy for killing those papers. so myfriend, explain me about. answer my couriesness plz

nurlaenileni: well. ramadhan, blessed month of fasting, bestmonth to purify n train our body n soul. ramadhan s around now, a gift for us,for a whole entire life in this world. t 9th sacred month in islamiccalendar, base on lunar year, obligatory for moslem to fast in. meansabstinence, stop eating, drinking, smoking, n sexual activities from dawn untildusk

west-lee: all moslem doing fasting now?

nurlaenileni: some people exempted from fasting in this month, some with consequences. purelyexempted for minors n mentally retarded. t aged should donate a meal to t needy.t sick, traveler, pregnant-suckling-menstruating women, should fast anequivalent number of days afterwards

west-lee: sound t rule very considering!

nurlaenileni: yes lee. shown islam very natural n very considerate religion.”…but whoever is sick or upon a journey,then (he shall fast) a (like) number of other days; Allah desires ease for u, nHe does not desire for u difficulty, n (He desires) that u should complete t numbern that u should exalt t greatness of Allah for His having guided u, n that u maygive thanks” (Holy Quran 2:185)

west-lee: ok. moslem should fast. but why?

nurlaenileni: t goal of fasting s to develop self-restraint. called Taqwa. an arabic word. t stateof heart that motivates virtuous conduct n prevents evil action. combinationbetween t Love of God n t Fear of God will leads moslem to Taqwa, means abilityto safe-guard. “O u who believe! fasting sprescribed to u as it was prescribed to those before u, so that u may develop Taqwa” (Holy Quran 2:183)

nurlaenileni: mentioned “…before u…”. for suchexample, God says about Mary in HolyQuran that she said “Verily!, I ve vowed a fast to t Most Beneficent…”(Maryam19:26)

west-lee: ok. u said before, ramadhan such as great blessed month ?

nurlaenileni: yes. peacen blessings of Allah be upon our Prophet Muhammad, who address on t eve ofRamadhan, as a great blessed month. God has made fasting during it anobligation, steadfastly observing its nights in worship a voluntary act. whoeverundertakes an act of obedience to Allah during this month with a righteousdeed, it s as if he has performed n obligatory act at other times. whoeverperforms n obligatory act during it is as one who performed seventy obligationsat other times.

nurlaenileni: also Ramadhanis month of patience, n reward for patience is paradise. month of goodwill,during which provisions r multiplied

west-lee: so this month u fasting for a whole day?

nurlaenileni: of course not. not allowed. ramadhan time-table involved to divide a daybecome night n day. at day eating drinking sexual activities forbidden. those permittedat night, compiling with special prayers at evening n midnight, eating beforedawn n breakfast as for starting n closing

nurlaenileni: fasting n sins do not go together. Allah no need for hunger n thirst of uswho does not restrain from telling lies n acting on them even while observingfast. while fasting, we should abstain from indecent acts n unnecessary talk. ifsomeone begins an obscene conversation or tries to pick an argument, shouldsimply tell “I am fasting”

west-lee: just thinking t same. ramadhan more than fasting from hunger n thirst. am I right?

nurlaenileni: yes. ramadhan provides annual training opportunity. fulfill characterbuilding needs for t rest of year. still remember about Taqwa I mentioned? moslemcharacter-building s achieved. all about God-fearing nature. after lifeaccountability. patience n self-control. self-discipline n responsibility. obediencen of course purification of soul

nurlaenileni: a whole blessed month. moslem full of begging. said first 10 daysfasting for God’s mercy. middle 10 days for God’s forgiveness. rest 10 days forSalvation from hell-fire

west-lee: wow. those such rewards!

nurlaenileni: yes my friend. u know, every action of moslem as t sons of Adam s givenmanifold reward. each good deed reveiving ten times its like, up to sevenhundred times. Allah t Most High said “exceptfor fasting, for it s for Me, n I will give recompense for it, he leaves offhis desires n his food for Me”. two times of joy we have while fasting; timewhen we break our fast n time when we meet Allah. t smell coming from t fastingpeople’s mouth s better with Allah than t smell of musk!.

west-lee: hmmmm im more embittered. mean how fasting feels all about

nurlaenileni: may u r not just feeling hungry n thirsty. bet many times u cry for familiarafrican hunger images. but see, poor n hungry people always be present around u,in ur neighbourhood!do u feel how their hungry n thirsty before? ramadhan cultivates that’s feelings.lead us more care n concern for them. to help attitude towards have-nots. togive charity n donations. to refrain from wasting food n drinks. n of coursesome other social responsibilities.

west-lee: ok I understand. but people said fasting cause bad injury for body system.

nurlaenileni: well. heard also. such fasting cause stomach’s atrophy. paralyze bowels.deplete our blood. Anemia. weaken n collapse heart. deficiency n malnutritional. irresistance to disease-teeth-nervous system-glands n other vitalorgans. cause mental disturbances. those irresponsible statements, might slander.misbelieves! u can prove by urself.

nurlaenileni: some medical fact n research book nowadays. professors n doctors proved fastingvery good for human body. gives vital organs a complete rest. promoteselimination of metabolic wastes. allows body to adjust n normalize itsbiochemistry n secretions. lets body break down n absorbswellings-deposits-diseased tissues-abnormal growths. restores youthfulcondition to cells n tissues. increases power of digestion n assimilation. permitconservation n rerouting energy. also clears n strengthens minds.

west-lee: hmmm understand why moslem do that nurlaenileni: well. again, moslem reason is only Taqwa. just do what Holy Quran stated.n as Prophet Muhammad, peace and blessings of Allah be upon him, addressed 1400years ago “fast, and you shall becomehealthy”.

nurlaenileni: one of God’s bless in ramadhan. all t sons of Adam may walk back to t MostTruth Guidance, Holy Quran. revealed, guidance to men a clear proofs of guidancen distinction. “and we have indeed madethe Quran easy to understand and remember, then is there any one who will remember (or receive admonition)” (Holy Quran 54:17).

west-lee: don’t know what to ask more. im speechless. like to learn more my friend

nurlaenileni: alhamdulillah. God bless you. but sorry lee, ve to end. time for earlybreakfast before fasting. called suhoor or sahur here. kids need me to prepare.will continue while leisure. keep contact lee. warmest regards for urhusband n kids. takecare. salam. bye

west-lee: warmest hug too for u n kids. miss u more than before. cant stand to talkabout more. bye my friend