surga beneran, mati beneran

30 04 2010

Assalamualykum,

Doa untuk sahabat semua, sehat dan bahagia selalu, lahir dan batin. Diterjang putaran suka duka hidup, demi masa, itu sudah janji-NYA. Tetap kuatkan rantai sabar kita dengan syukur,  jangan sampai aus apalagi terputus, serem.

Tak terasa kita terus bertambah menua. Gak usah pake ukuran berapa kerutan wajah, uban, apalagi lebar pinggul dan perut ah. Rasanya baru kemarin menyandang status gadis ting ting, rambut dikibar kayak bendera, kulit masih suka dipamer-pamer gak seperti krucilku yang dari kecil sudah indah tertutup he he jadi malu saya. Sekarang mah, udah tong tong diintil krucil. Anak kandung saya memang baru kelas 1 SD, tapi tentu sahabat banyak yang anaknya sudah masuk SMP loh, kuliah, mantuan, cucuan dsj, keren.

Bicara keseharian anak-anak yuk. Kita pasti selalu mengajarkan anak-anak kita untuk selalu berdoa diawal dan akhir kegiatan apapun. Dari mulai bangun tidur, pakai buka baju, wudhu, keluar masuk toilet-rumah-kendaraan-kelas, makan minum, tulis bicara, belajar dsj. Tanya kenapa? karena kita ingin mereka jadi anak shaleh bla bla bla…dan ujung-ujungnya pasti to collect point untuk karcis ngumpul di surga.

Ya surga, itu cita-cita utama kita. Ditengah aneka harapan dan timbunan harta dunia pun, kita tetap ujungnya ingin masuk surga, karena yakin disanalah letak kebahagiaan yang hakiki. Itu yang selalu utama kita minta disetiap doa kita…minta kavling di surga.

“Ibu, kok ngelamun sih, kalau giliran neng baca tolong dengarkan dong!” sewot si bontot protes. Rritual saling membaca sebelum bobo semalam agak terganggu oleh tingkah aneh sang emak yang celohok melohok, “menerawang” terhimpit sebuah pertanyaan…

“Sorry ya nak, agak melamun. ibu lagi mikirin heaven, surga. Yang selalu kita inginkan dan doakan itu loh. Apa yang Allah perintah dan larang, selama ini kita berusaha lakukan dan hindari. Dari sekian banyak itu, sebenarnya apa ya syarat utama bisa masuk surga?”

Cuek tanpa melepas pandangan sedikitpun dari buku si grok-grok desa pelangi kesukaannya, si bontot reflek menjawab cepat “ya MATI dulu lah bu, baru bisa masuk surga !”

Kaget saya dengan quick respondnya. Boro-boro saya tertawa dengan jawaban lugas itu, tapi merinding. Cepat saya cepat tersadar, dibalik syarat MATI itu tersembunyi kesungguhan jati diri kita yang selama ini selalu berusaha kita perbagus tampilannya. Sudah berani mati?

Serabut saraf pun tangkas mengkoneksi ingatan pada celoteh senior kampus saat saya digeret ikut sebuah rapat panitia reuni kampus di bintaro.

“….teh, ya lu berjuang dong. Jangan cuma lu modalin dengan sabar dan syukur doang. Allah ciptakan hidup, kita anggotanya ya jadi pasukan berani mati buat dapetin surga. Lu mau dapet surga sejati ya harus mati. Mau setengah surga ya hiduplah setengah mati. Mau surga-surgaan, ya mati-matian lah lu hidup. Kalo lu mau surga sungguhan, ya harus mati betulan. Sekarang lu kayaknya malah katagori setengah mati deh, bete gue punya temen kayak lu!”

He he he sorry ya kalau sakit hati dikata-katain dia, anak gunung ini emang suka asal ngomong, susah bedain mana yang serius dan ceplosan. Tapi kok ya kali ini dia ada benarnya juga.

Kita hindari kerja keras dan resiko, pake embel-embel sabar syukur pula, ya itulah konsekuensi jati diri. Kalaupun kita terima tuntutan kerja mati-matian, ya itulah bagian dari jiwa. Ini tanda hidup sangat berseni, yet we have the full joy of life.

Pastikan lagi yuk kita nanti mau yang mana, mati, setengah mati, mati-matian, atau mati beneran. Imbalannya mau yang surga, setengah surga, surga-surgaan, apa surga beneran.

karena kita sudah besar tua dan makin pandai berhikmah, jadi pilih dan penuhi saja persyaratannya, lalu maksimalkan jati diri.

Serius amat, balik lagi deh ke si krucil my daughter, Tadi pagi, lagi dia sudah mulai buktikan dengan pilihan “MATI” nya. Memilih beli-gigit-kunyah kunyah cakue kampung saja untuk mencopotkan 6 gigi goyangnya “murah dan enak, ngapain ke bu dokter gigi itu, nunggu lama buang uang dan akunya stresssss” he he he.

Mau belajar “MATI” ah kepada si kecil, quick and inspiring answer lastnight. Saya enggak yakin, kalau sahabat akan membatalkan cita-cita masuk surga, karena menyadari persyaratan ini he he he

So Have fun and wonderful weekend with beloved people around

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: