TANGAN TERINDAH DI DUNIA

20 10 2008

”Mamaaah lama banget sih. Cape nih nunggunya…” dulu saat remaja, kata-kata itu sering banget kuucapkan saat mengantar sang Mamah modis belanja baju, pilih ini itu, ngepas sana sini. Bahkan tak jarang kubumbui dengan mulut manyun dan menggrundel gak keruan, lengkap pokoknya. Sampai ada masa, dimana aku cukup dengan hanya ngedrop Mamah di lobby store, dan ga mau menemaninya berbelanja, beteee nungguinnya…

Dan itu sudah sangat lama berlalu…saat kemarin hari minggu di Bandung, aku berkesempatan menemani sang Mamah yang sudah berubah menjadi nenek, belanja kebutuhan bajunya. Tentunya sekarang aku tidak bete lagi menunggu, karena dibikin sibuk oleh putri kecilku dengan segala kelincahan candanya. Terlihat, Mamah sibuk sendiri memilih dan mengambil baju, bolak balik masuk kamar pas. Namun kali ini terasa lebih lama,…lebih lama dari kebiasannya mematut baju dikamar pas…

Akhirnya, syaitan ketidaksabaran itu pun muncul…rasa penasaran menuntunku untuk mencoba turut masuk kekamar pas bersamanya. kulihat…bagaimana Mamah mencoba pilihan pakaian ketiganya itu dengan susah payah…tubuhnya harus begitu pelan dia sandarkan ke dinding kamar pas, hanya untuk dapat memasukkan kedua kakinya ke lubang pakaian yang dia pilih…sambil bibir mungilnya nyengir menahan rasa sakit rematik di tungkai kakinya…perlahan dia bungkukkan badannya dan menarik gaun menuju ke atas badannya…pelan sekali..

Seketika rasa penasaran dan ketidaksabaranku terganti oleh suatu rasa kasihan yang begitu dalam kepadanya. Aku berbalik pergi keluar kamar pas, dan mencoba menyembunyikan air mata yang keluar berderai tanpa henti dan disadari…

AKu mencoba sedikit mengintip dari celah kain pintu…terlihat Mamah kembali harus susah payah menyilangkan tangannya ke belakang untuk menarik ristleting dan mengikatkan tali-tali hiasannya….terlihat tangannya begitu kaku, lamban, dan gemetaran, karena radang sendi menemani usia tuanya.

Sambil menenangkan diri dan melapangkan dada yang begitu sesak ini, aku pun segera menerobos kembali kain pintu kamar pas, dan tanpa suara, untuk pertama kalinya selama hidup ini, kubantu dia menarik ristleting dan mengikatkan tali-tali hiasannya. Ah, rasanya tak pernah mamah secantik ini dengan gaun indah pilihannya…setelah dibuka kembali, tanpa berkata-kata gaun pun kubawa ke kasir…

Selama menghabiskan sisa hari minggu itu, pikiranku tetap saja kembali pada saat di kamar pas tersebut…terbayang badan Mamah yang berusaha bersender pada dinding…tangannya yang gemetar berusaha menarik ristleting dan mengikat tali-tali hiasannya…Badan yang telah menyangga tubuhku 9 bulan di dalam rahim…merengkuh kemungilan seorang bayi dalam pangkuan buaiannya, kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi, memandikan, memakaikan baju, membelai dan memeluk dengan kasih, dan terlebih dari semuanya, kedua tangan itulah yang selalu menengadah mendoakan anak-anaknya…dan sekarang, tangan itu pula yang telah menyentuh hati seorang anak dengan cara yang paling membekas…

Tanpa berlama-lama, saat antri di kasir, kedua tangan indah itu telah ada dalam rengkuhan tangan seorang anak, lalu menciumnya, dan mengejutkannya dengan memberitahukan bahwa, kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini…

Jazakallah alhamdulillah, Allah telah ciptakan dengan penuh keajaiban, dan sampai saat ini belum ada yang dapat menandingi keindahan tangan ibu… Allah telah membuat seorang anak yang tidak tahu diri ini dapat melihat dengan mata baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Hanya dapat berdoa, suatu hari kelak tangan yang sedang kutengadahkan ini pun harus memiliki keindahannya tersendiri…

– Teteh –

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: