WALAU SURGA DITELAPAK KAKI IBU, NAMUN AYAH ITU MENAKJUBKAN

17 10 2008

“Bu, Ayah itu Bapa atau Aki (Kakek) ? “
“Nak, keduanya benar, Bapa itu ya ayahmu, Aki itu ya ayahnya ibu, bapa-nya ibu”
“Oh…gitu ya bu “ dia lalu teruskan mengunyahnya…ah putri kecilku yang bawel , sekarang kau membuat ibu teringat sosok ayah yang sekarang sudah keriput dan membungkuk…
ayah, dia selalu bilang jika aku harus lebih baik darinya, dalam beribadah..

Ayah, dia hanya menyuruh mengerjakan pekerjaan yang aku sukai…dia sering membiarkan aku menang dalam permainan ular tangga…hanya 3 dari ratusan lembar fotoku, dia muncul di Album foto..dia selalu tepat janji !

Ayah, dia yang menjahitkan mata si buncil bonekaku…

Ayah, dia yang punya seribu rencana saat ibuku hamil..membuat revisi-revisi…bahkan dia yang meyakinkanku untuk melakukan hal mustahil di kolam renang, untuk mengapung dan melepaskanku…

Ayah, dia yang saat serius saat aku mendapat surat cinta dikelas 4 SD, tapi dimata teman-temanku dia sangat lucu dan menyayangi…kadang dia suka menyalahkan tukang cukur yang terlalu banyak menggunting rambut di puncak kepalanya…

Ayah, dia suka memelihara janggutnya, meski telah memutih dan diomeli ibu, katanya agar aku bisa melihat para malaikat bergelantungan di sana…dan agar aku selalu bisa mengenalinya kalau menjemput di gerbang sekolah…

Ayah, dia selalu senang membantu menyelesaikan PR ku, kecuali matematika…dia memang lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup…dia senang jika diminta ibu antar belanja, dan tetap tersenyum walau harus menunggu sabar berjam-jam di parkiran…dia juga suka lamban dan menunda membawa mobil ke bengkel, karena ia merasa dapat memperbaiki sendiri segalanya…

Ayah, dia kadang menyingkirkan ibu di dapur, membuat mi rebus dan telur dadar…dia punya rumus dan formula racikan sendiri, hanya dia yang tahu…hasilnya tidak terlalu mengecewakan

Ayah, dia terlihat aneh jika memegang sapu..tapi dia bisa belajar dengan cepat menghibur ibu yang terlalu letih..

Ayah, dia sangat senang kalau kami komplit berkumpul makan malam…dia paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatku senang tapi tidak takut…dia senang memberiku tempat duduk terbaik dibahu dan pahanya…dia tidak menangis seperti ibu saat aku sakit typhus, tapi dia tidak akan tidur semalaman untuk siaga…dia bandel menjemputku pulang sekolah saat SMA, walau aku sudah bilang malu dan jangan, itulah ungkapan rasa tidak setujunya…

Ayah, demi Allah dia murah hati…dia lupa apa yang dia mau, supaya bisa memberi apa yang aku butuhkan…dia tidak pernah memberikanku seri buku cerita terbaru, lalu membacakannya jika aku sulit mengeja…keningnya mengkerut karena berpikir keras untuk membayar SPP dan tumpukan tagihan les ku…dia berhenti merokok karena permintaanku…dia mengangkat berat beban bahu ibuku, dan bahuku…sampai detik ini…

Ayah, dia tidak pernah marah tapi mukanya merah padam…dia hanya menyalamiku saat harus ku pergi ke luar kota untuk belajar, karena aku yakin tak akan pernah bisa melepaskan jika sampai dia memelukku..

Ayah, dia merasa gaji kerjaku terlalu kecil untukku, dan selalu menambahnya…dia tidak suka meneteskan air mata, kecuali saat aku dinikahkannya…

Untuk adik lelakiku, dia selalu berkata ” jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu, berikan yang lebih baik untuk menantu dan cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu”

Untukku, dia pernah berkata “jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untukku anak-anakmu kelak! Semoga kau dianugrahi lelaki yang lebih bisa melindungimu melebihi perlindunganku, tapi jangan pernah kau gantikan posisiku ya..”

Ayah, dia pernah bilang takkan pernah menghalangiku mencintai Allah, bahkan dia selalu membentangkan seribu jalan untuk bertamu ke Baitullah dan menggapai cinta-Nya, karena dia mencintaiku karena cinta Allah…

untuk setiap peluh yang kau teteskan…untuk setiap kerut dahimu yang tak sempat kuhitung…untuk setiap jaga sepanjang malam ketika aku sakit dan ketika kau merindukanku…untuk mi rebus paling lezat sedunia, untuk tempat duduk terbaik di bahumu yang begitu kekar…untuk tetes “air mata lelaki “yang begitu mahal…untuk kepercayaanmu meski seringkali kuhianati… rasanya tak kan pernah terbalas olehku, kecuali dengan Jazakallah bil jannah…semoga Allah gantikan semuanya dengan surga, semoga bisa kubayar dengan surga yang Engkau beri Ya Allah, semoga.”

– teteh –

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: