IBU IBU IBU…AYAH

14 10 2008

anakku 4 tahun naik kepanggung perpisahan TK..

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarokaaaaaaatuh

Puisi untuk Ibu, Karya Ibu Guru Nina Khozanah

Ibuku adalah yang melahirkanku, Ibuku adalah guru-guruku disekolah
Ibuku adalah semua orang yang penuh cinta kasih mendidikku,
yang penuh belai lembut menjagaku
Ibu, mengapa aku berdiri disini? karena semua untuk Ibu..
Mengapa untuk Ibu?..karena engkau cahaya hidupku..
Mengapa engkau cahaya?…karena kau memberi terang setiap langkah
waktuku..Detik adalah Imanmu, Menit adalah Ilmumu..semua adalah
ibadahmu, bukan untukmu melainkan untukku..
Ibu, bersabarlah, akan tiba saatnya aku datang padamu
Tak akan aku pergi tanpa dirimu, karena surga ada padamu

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarokaaaaaaaatuh

baru aja duduk, mulut mungilnya udah ngoceh lagi..
“bu, kok Aki Nini (Kakek Nenek) gak datang ya lihat aku naik panggung?
“Aki Nini udah tambah tua, seharusnya kemarin kita jemput dulu ke
Bandung untuk nonton kamu sekarang, sayangnya tidak sempat ya”

setelah diam beberapa saat, mulai lagi ngoceh lagi…
“bu, kok punggung Aki bungkuk ya?

ah anakku…karena dia lelaki yang bertanggungjawab..dulu bahunya
kekar laksana tiang yang senantiasa menahan setiap ujungnya agar
keluarga aman teduh dan terlindungi…
dulu dia sangat perkasa, namun rela tersengat panas matahari, basah
kuyup tersiram hujan, demi anak istri yang menanti jerihpayahnya…
dulu suaranya sangat gagah mendidik dan menyadarkan, namun tak ada
keluh kesah walau perjalanan keletihan dan kesakitan perjalanan hidup
kerap menyerang, bahkan penuh cercaan..

anakku mulai sibuk dengan kue-kuenya, namun tiba-tiba bertanya kembali
“bu, kalo muka Nini kok gak rapi ya, kerut-kerut gitu ?

duuuuh anakku, tahukah kamu, karena dia tercipta sebagai wanita, dan
kau akan mengerti setelah kelak menjadi ibu seperti diriku..
saat dia marah, justru semakin aku mengerti arti kelembutan
saat dia bersedih, maka itulah saat dia mengajarkan kesabaran dan keuletan
saat dia terluka, disanalah kutemukan kepasrahan dan perjuangan

ibu adalah kata luarbiasa, kadang menjelma menjadi hujan di sekitar
telaga, lalu menjadi kidung rakyat jelata,

ibu adalah kata ajaib, kepekaan rasanya melebihi kecanggihan satelit
manapun, walau terhalang laut dan gunung, sapa lembut kasih sayangnya
terasa dipelupuk mata, dia bisa datang kapan dan dimanapun, laksana
bunga yang tumbuh di ladang luka kecewa hidupku

ibu adalah kata tak terhingga, saat setiap wajah-wajah bayi kecil
menyapa disetiap kelahiran mereka..maka selalu terbayang nikmatnya air
susu ibu, kantuk matanya, usapan tangannya, semangat setiap suapannya,
hangat pelukannya, senyum pengharapannya, tawa kebahagiaannya, diam
kekecewaannya, bahkan tangis kesedihannya..

seberapa kepala aku punya, seberapa telapak kaki yang kau miliki
akan aku sujudkan kepalaku disana, ibu..
Ya Allah…mengapa hati ini begitu rindu?

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: