Khairunnas Anfauhum Linnas

18 02 2011

1981, disudut kota Garut. Saat ditanya sang cucu yang sedang berlibur di kampung, mengapa setiap sore Neneknya selalu mengisi bakul dengan tiga rantang beras, lalu cepat membagikan ke rumah-rumah bedeng di sudut2 kampung, diam2 ngumpet2 tanpa sepengetahuan kakek. “Kasihan. Ini jatah perut mereka dititipkan ke Nini (nenek). Semoga Allah selalu menjaga perut Mamang-mu (paman) yang sedang jauh kos kuliah di Jogya”.

[Fakta: sang paman selama kos 5 tahun di Jogja selalu mendapat makan gratis di masjid, kampus, ibu dan tetangga kos, atau saat memberi les privat]

1991, ditimur kota Bandung. Saat ditanya anak gadisnya, mengapa Ibunya selalu ajak makan bersama kesepuluh mahasiswa yang kos dirumah setiap pagi dan malam, padahal bayaran kos mereka hanya untuk kamar saja tidak termasuk uang makan. “Kan Mamah punya kamu yang kos juga di Jakarta, semoga Allah jaga baik anak Mamah ini ya”.

[Fakta: uang makan si anak selama kos di Jakarta selalu utuh tertabung, karena si Ibu Kos tak punya anak perempuan, selalu ajak si anak kos perempuan satu-satunya ini belanja masak dan makan bersamanya].

Khairunnas anfauhum linnas, kebaikan manusia sendiri-lah agar untuk selalu saling memberi manfaat. Tanpa perlu meminta merengek menyindir menyogok menjilat menyikut dan sejenisnya. Arrahman tercipta untaian rantai rizki hidup dari Allah yang luar biasa indah.

Saya, adalah sang cucu dan sang anak kos perempuan pada kisah nyata tersebut. Dapat kembali mengingat, dan membagikan hikmahnya di Jumat ini.  Semoga bermanfaat.

t.e.h.l.e.n.i.


Tindakan

Information

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.